Connect with us

Politik

Mengejutkan! Mahfud MD Blak-Blakan Soal Jokowi Tak Berdaya Ditekan Partai Koalisi

JARRAK.ID

Published

on

Mahfud MD (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Tarik ulur soal terbuangnya Mahfud MD sebagai calon wakil presiden Joko Widodo akhirnya terbongkar. Di sebuah acara talk show televisi swasta, Mahfud Md mebeberkan kronologi dirinya tersingkir dari kursi RI2.

Mahfud menjelaskan, sepekan sebelum pengumuman cawapres Jokowi, dirinya sudah dikonfirmasi oleh Istana bahwa ia akan diumumkan Jokowi sebagai cawapres.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, meminta untuk menyiapkan semua syarat yang diperlukan. Pertemuannya dengan Teten berlangsung hampir tengah malah di kompleks Widya Chandra, Jakarta. Meski demikian, Mahfud diminta untuk berkomunikasi dengan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Saya kan bukan calon dari PKB, kenapa saya harus konsultasi dengan PKB? Saya temui orang-orang yang berpengaruh pada Cak Imin (Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB). Ada beberapa orang,” terang Mahfud dalam acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan langsung oleh TV One, Selasa (14/8/2018).

Seminggu setelah itu, tepatnya pada Rabu, 8 Agutus 2018, Mahfud mengaku diundang bertemu lagi oleh Sekretaris Negara, Pratikno. Hadir dalam pertemuan itu Teten dan asisten Pratikno. Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa besok, Kamis, 9 Agustus 2018, cawapres Jokowi akan dideklarasikan.

“Kamis pagi saya ditelepon Pramono Anung (Sekeretaris Kabinet). Minta CV untuk deklarasi, nama harus persis dengan CV resmi. Saya ditelepon ajudan presiden untuk ukur baju. Bapak bawa saja baju yang bapak senangi, kami bikin modelnya sama dengan Pak Jokowi,” ujar Mahfud.

Esok harinya, pada Kamis (9/8), sekitar jam 1 siang, Mahfud berkomunikasi lagi dengan Teten. Teten mengatakan bahwa cawapres akan diumumkan jam 4 sore di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat. Namun sayang, skenario dari awal tersebut harus berubah.

Baca Juga:  Beredar Surat Plt Sekda Bandung, BPI Jabar: Wali Kota Bandung Tabrak Aturan

“Seperti semua dengar , yang dipilih KH Ma’ruf Amin. Saya menerima itu sebagai realitas politik. Sebelumnya Pak Pratikno katakan sepertinya ada perubahan, coba kembali ke posisi semula dulu,” kata Mahfud.

Meski begitu, Mahfud mengaku tidak merasa kecewa atas keputusan Jokowi.. Kata Mahfud, kepentingan bangsa jauh lebih pentjng ketimbang nama Mahfud dan Ma’ruf. Ia pun bertemu dengan Jokowi setelah semua kejadian itu.

Menurut Mahfud, Jokowi mengaku didatangi para pimpinan parpol dengan membawa calon masing-masing pada H-1 pengumuman cawapres. Jokowi tidak berdaya.

“Saya bilang Bapak (Jokowi) enggak salah. Kepentingan bangsa harus berjalan,” terang Mahfud.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer