Connect with us

Bisnis

Mengejutkan, JK Tiba-tiba Kritik Sejumlah Proyek Insfrastruktur Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik sejumlah pembangunan infrastruktur yang digarap dalam pemerintahannya bersama Presiden Joko Widodo. Pembangunan infrastruktur itu meliputi LTR, MRT, jalan tol serta kereta api trans Sulawesi.

Menurut JK, sekalipun dia yang mengendalikan pemerintahan bersama Presiden Jokowi, namun JK tetap mau bersikap objektif agar pembangunan infrastruktur ke depan semakin baik dan mampu memberikan dampak positif bagi rakyat Indonesia dan pertumbuhan ekonomi.

“Saya ingin berada di posisi objektif, pemerintah juga bisa keliru sehingga pemerintah harus terus memperbaiki,” ungkap JK dalam gelar wicara Outlook Ekonomi CNBC Indonesia, Kamis, (28/02/2019).

JK juga mengkritik sejumlah pembangunan jalan tol yang disinyalir tidak memperhatikan pembangunan di masa yang akan datang. Dia mencontohkan, pembangunan jalan tol memiliki efek samping terhadap perkembangan industri pengolahan makanan, kerajinan tangan, dan perdagangan di sejumlah daerah.

“Makin banyak jalan tol, hampir semua daerah kesulitan karena orang jadi tidak beli oleh-oleh. Jadi harus berpikir dan membuat tindakan agar lebih baik,” katanya.

JK juga menyoal pembangunan LRT yang disebutnya tidak bisa dilaksanakan sepotong-sepotong, melainkan harus dibarengi dengan perencanaan yang matang.

Di Jakarta misalnya, JK menyebut butuh rel sepanjang 200 kilometer (Km) untuk membebaskan ibukota dari kemacetan. Saat ini, jalur yang dibangun baru 16 Km. Ke depan, pemerintah masih membutuhkan investasi yang besar untuk membangun transportasi massal.

“Secara bisnis pasti kalah, tapi secara ekonomi akan menguntungkan. Jadi saya meluruskan logika. Saya sudah mengkritik ini sejak tiga tahun lalu ketika proyek mau jalan,” ungkapnya.

Demikian juga dengan LRT di Palembang. Pada mulanya kata JK, Pemprov Sumatera Selatan yang mengajukan pembangunan proyek transportasi massal tersebut. Tetapi karena kurang berjalan dengan baik, akhirnya diambil alih oleh pemerintah pusat.

Baca Juga:  Waspada, BI Cirebon Temukan 2.104 Uang Palsu Sepanjang 2018, Banyak di Pasar Tradisional

Sebelumnya, JK berkali-kali mengkritik pembangunan LRT di Indonesia, baik di Jakarta maupun Palembang.

JK menilai pembangunan LRT Jakarta yang melayani jalur Jabodebek tak efisien karena berada di samping jalan tol. Akibatnya jalan tol tidak bisa diperlebar karena ada tiang di sampingnya.

Selain itu, JK juga menilai pembangunan LRT di Palembang tak efisien. Menurut dia, pembangunan transportasi di daerah mestinya dikaji dengan matang agar bermanfaat dari aspek teknis maupun ekonomis. Jika tidak, pembangunan LRT itu hanya akan membuat pemerintah merugi.

“Ini tanggung jawab kita semua untuk melihat itu sebagai bagian dari evaluasi. Jadi (jangan hanya) meningkatkan infrastruktur, tapi juga manfaatnya bagaimana,” katanya.

JK juga mengkritik pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2018. Pasalnya kata dia, jumlah barang dan orang yang mau diangkut angkanya lebih kecil dibandingkan di Pulau Jawa.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer