Connect with us

Daerah

Mengejutkan, Hasil Survei Sebut 59 Persen Guru di Jogja Dukung Negara Islam

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Hasil survei nasional Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta secara mengejutkan menunjukkan jika intoleransi dan opini tentang radikalisme di kalangan tenaga pengajar untuk TK dan SMA masih sangat tinggi.

“Penelitian ini bertujuan melihat pandangan serta sikap keberagamaan guru sekolah/madrasah di Indonesia,” tutur Koordinator Survei Nasional 2018 Yunita Faela Nisa dalam Seminar Diseminasi Hasil Survei Nasional PPIM UIN Jakarta mengangkat tema ‘Ada Opini Radikal di Antara Guru yang Toleran?‘ di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis, (07/02/2019).

Menurut Yunita, untuk wilayah Yogyakarta dari 32 orang guru muslim yang jadi objek survei menunjukkan bahwa 59,38 persen memberikan opini intoleran.

Bahkan kata dia, di Yogyakarta 59,38 persen guru muslim mengaku mendukung pendirian negara muslim.

“Ada opini intoleransi dan opini radikal guru di semua level pendidikan secara nasional yang angkanya cukup tinggi. Hanya saja pandangan tentang hal tersebut berbeda-beda. Untuk DIY misalnya, sebanyak 59,38 persen guru memiliki opini yang mendukung berdirinya negara Islam. Meski demikian, pandangan tentang dukungan pendirian negara Islam memiliki spektrum yang bervariasi,” sambung Yunita.

Selain itu tegas Yunita, ada tenaga pengajar di tingkat TK yang mengaku khawatir anak didiknya bergaul dengan anak yang berbeda keyakinan, karena dapat berpotensi melunturkan akidahnya.

Sementara itu Pelaksana tugas Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan dalam kesempatan tersebut mengaku cukup kaget dengan hasil survei tersebut, karena jika dilihat secara umum tidak ada indikasi yang menonjol.

Hanya saja ia mengakui guru-guru madrasah mulai dari RA-MA selama ini cenderung bergaul dengan kelompok yang homogen. Tidak pernah bertemu dengan murid nonmuslim sehingga tidak terbiasa berkomunikasi yang kemungkinan dapat memancing intoleransi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Hanya Ingin Menang dalam Rilis Lembaga Survei

“Bahkan kecenderungannya mereka juga tinggal di lingkungan muslim, bukan masyarakat majemuk. Karena itu sesuai arahan Menteri Agama, kami akan memperbanyak program yang memberikan pengalaman bagi guru terkait
kemajemukan dan keberagaman. Termasuk juga mensosialisasikan  moderasi agama,” kata Edhi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer