Mau Bangun Tanpa Utang, Timses Jokowi ke Sandi: Jangan Asal Ngomong!

2 min read

JAKARTA – JARRAK.ID – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mengingatkan Cawapres Sandiaga Uno agar tidak memberikan pernyataan tanpa perhitungan yang jelas. Demikian menyusul pernyataan Sandiaga Uno yang akan membangun infrastruktur tanpa harus membebani anggaran dengan utang.

“Jadi jangan ngomong terlalu berlebihan, jangan asal mau menang kemudian diomongin senak-enaknya, kemudian malah semuanya malah tidak dipertanggung jawabkan, kan tidak bisa juga. Kalau kita ngomong itu kan ada ukurannya, ada ukuran kenapa kita bisa ngomong begitu, apa solusinya coba?,” kata Irma, Sabtu, (08/12/2018).

Menurut Irma, kalau memang Sandiaga mau membangun tanpa menggunakan utang, darimana uang yang akan digunakan. Irma lantas menyinggung soal jumlah utang presiden sebelum Joko Widodo.

“Dia (Sandiaga) ngomong, dia akan melakukan pembangunan tanpa utang, dari mana duitnya? Asalnya dari mana duitnya? Duitnya berasal dari mana, coba gitu dulu. Jangan asal dia ngomong kalau membangun tidak pakai utang, coba pengen saya tahu,” ujarnya.

“Bayar bunga utang luar negeri kita dari periode-periode sebelumnya kita terus bayar. Ini juga jangan sampai kemudian ‘yang penting gue menang, persoalan masyarakat ketipu nggak ada urusan’. Itu jangan sampai seperti itu, ya siapapun yang berbicara jangan sampai terjadi seperti itu,” lanjut Irma.

Irma menegaskan, semua negara di dunia memiliki utang. Irma kemudian meminta Sandiaga untuk berhitung apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup untuk melakukan pembangunan.

“Tidak bisa juga ngomong dengan tidak berdasarkan postur anggaran yang sudah ada. Kan kita punya utang berapa, APBN kita berapa, kan harus ada hitung-hitungannya. Jadi tidak bisa juga berbicara seperti itu (membangun tanpa membebani APBN dengan utang),” tuturnya.

Irma menilai, pernyataan Sandiaga yang berjanji akan melakukan pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBN seolah-olah menafikkan kondisi perekonomian negara yang sebenarnya. Irma pun menyebut beberapa negara termasuk negara maju lainnya seperti Amerika Serikat (AS) yang juga memiliki utang luar negeri.