Connect with us

Daerah

Masyarakat Tuding PLN Tutup Mata Soal Pemadaman Listrik Dua Desa di Sumenep

HOLIDI

Published

on

Masyarakat di dua desa mendatangi Kantor PLN Rayon Sumenep mengadukan soal pemadaman listrik (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Beberapa pekan terakhir aliran listrik ke Desa Pordapor dan Desa Payudan Dundang di Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sering mati dan membuat aktifitas masyarakat terganggu.

Tidak terima atas pemadaman listrik ini, masyarakat perwakilan dua desa tersebut mendatangi Kantor PLN Rayon Sumenep pada Kamis, (02/08/2018). Mereka diterima langsung Manager PLN Rayon Sumenep, Ahmad Rudi Hartono.

Dalam kesempatan itu mereka mengaduan masalah lambannya penanganan pemadaman listrik yang sudah berlangsung sekitar 10 hari terakhir. Bahkan mereka juga mengatakan kalau sampai saat ini masalah tersebut terkesan dibiarkan oleh PLN.

“Bahkan masyarakat tidak pernah menerima pemberitahuan dari PLN tentang pemadaman listrik ini,” kata perwakilan warga, Naufal.

Akibat pemadaman listrik, Naufal menegaskan masyarakat sangat dirugikan. Terlebih saat ini masuk musim tanam tembakau. Sehingga ketergantungan terhadap listrik untuk mengaliri air ke sawah petani sangat besar.

“Bahkan ketika kami mengadukan kepada PLN Guluk-Guluk tidak ada respon positif dan terkesan ada pembiaran. Ini kan aneh, padahal selama ini masyarakat patuh dan tertib bayar listrik,” tegas Naufal.

Mirisnya kata Naufal, ketika masyarakat mengadukan justru diminta sejumlah uang oleh oknum petugas dengan alasan untuk biaya perbaikan. Uang yang diminta mulai Rp25 ribu sampai Rp110 ribu.

“Saharusnya biaya perbaikan dan perawatan tanggung jawab PLN, bukan kewajiban warga,” ungkap Naufal.

Kepala Bagian Teknis PLN Rayon Sumenep, Ali Suro mengatakan penggunaan listrik di lapangan sering naik turun karena diduga ada masyakarakat menggunakan listrik secara ilegal.

“Karena kuat dugaan ada masyarakat yang menggunakan listrik secara ilegal. Tetapi yang pasti PLN akan bertanggung jawab terhadap aduan masyarakat,” kata Ali.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Sumenep Ahmad Rudi Hartono akan menindak tegas petugas yang diketahui meminta uang kepada masyarakat.

“Kami tentu butuh bantuan saudara semua untuk menyebutkan siapa nama petugas yang meminta uang kepada masyarakat. Kami akan tindak tegas,” kata Hartono.

Selain itu Hartono berjanji besok, (03/08/2018) dirinya bersama tim akan turun ke lapangan untuk bertemu kepala desa dan masyarakat guna menindaklanjuti dan menyelesaikan aduan masyarakat.

Advertisement

Populer