Connect with us

Politik

Ma’ruf Amin Beberkan Alasan Sistem Khalifah ditolak di Indonesia

JARRAK.ID

Published

on

KH Ma'ruf Amin (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ma’ruf Amin mengatakan bahwa sistem khalifah di Indonesia mendapatkan penolakan dari masyarakat karena memang tertolak oleh konsep Islam itu sendiri.

Hal ini disampaikan Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam acara Pekan Orientasi Caleg DPR RI Partai NasDem 2019, di Jakarta, Minggu, (02/09/2018).

“Orang bertanya kenapa khilafah ditolak di Indonesia? Apa itu tidak Islami? Islami, tetapi yang Islami bukan hanya khilafah,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf mencontohkan ada beberapa negara yang menerapkan sistem kerajaan tapi tetap islami. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran kerajaan Saudi Arabia, Yordania, dan Uni Emirat.

Demikian pula dengan sistem republik yang diantaranya diterapkan di Indonesia, Mesir, Turki dan Pakistan, menurut Ma’ruf juga merupakan sistem yang Islami.

“Lalu kenapa khilafah ditolak? Bukan ditolak, tapi tertolak. Karena menyalahi kesepakatan. Karena sistem kenegaraan Indonesia, sistem republik,” katanya.

Ma’ruf kemudian menjelaskan bahwa Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara yang berlandaskan kepada kesepakatan bersama dengan berdasarkan kepada UUD 1945 dan Pancasila.

“Islam Indonesia adalah Islam kaffah wa almizwah yang disertai kesepakatan. Beda dengan Saudi, Islam saja. Islam saja tanpa mizwah itu DI/TII. Itu yg disebut Islam Nusantara, Islam beserta kesepakatan,” katanya.

Dengan demikian, Ma’ruf berkata bakal membantu Joko Widodo ke depan agar tidak lagi disibukkan dengan konflik ideologis.

“Jadi saya berharap kita berjalan periode kedua ini memantapkan tatanan kehidupan, tidak boleh lagi ada pembicaraan yang mengarah ke konflik ideologis,” ujarnya.

Baca Juga:  Mendagri Izinkan Kepala Daerah Tak Netral dalam Pemilu 2019

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer