Connect with us

Mancanegara

Mantan Presiden, Park Geun-hye Dituntut 30 Tahun Penjara Oleh Jaksa Korsel

JARRAK.ID

Published

on

QUITO – JARRAK.ID – Jaksa Korea Selatan (Korsel) menuntut hukuman 30 tahun penjara untuk mantan Presiden Park Guen-Hye terkait skandal korupsi dan penyalahgunaan pengaruh yang mengguncang Korsel tahun lalu.

Sidang putusan untuk Park rencananya akan digelar sebelum bulan April mendatang.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/02/18), Park (66) resmi dimakzulkan dari posisinya sebagai Presiden Korea Selatan paa Maret 2017 lalu. Dia ditahan pada akhir bulan yang sama dan dijerat berbagai dakwaan pidanan, termasuk penyuapan, penyalahgunaan pengaruh/wewenang, korupsi dan pemaksaan.

Para pendukung Park tampak berunjuk rasa di depan gedung pengadialan Seoul yang menyerukan pembebasan.

“Segera bebaskan presiden kami,” teriak para demonstran. Oposisi Partai Kebebbasan Korea yang pernah dipimpin Park mengecam tuntutan jaksa tersebut. “Apa yang diinginkan jaksa itu lebih keras dibandingkan dengan hukuman mati,” papar pernyataan partai tersebut dilansir dari kantor berita Reuters.

Kasus ini mengguncang elit politik dan bisnis di Korea Selatan. Park menyangkal sema tuduhan tersebut. Tuntutan jaksa itu diajukan dua pekan setelah teman dekat Park, Choi Soon-sil, dipenjara 20 tahun karena menerima suap dari para konglomerat atau chaebol, termasuk dari Samsung dan raksasa ritel Lotte.

Pengadilan Park, dimulai pada Mei dan putusan hakim akan diumumkan pada 06 April dalam satu kasus yang menyoroti hubungan dekat antara para pemimpin politik Korsel dan Samsung.

“Park mengakibatkan krisis nasional dengan mebiarkan seseorang yang tidak pernah terlibat dalam manajemen negara untuk mengatur negara,” kata jaksa di pengadilan itu, kemarin.

Jaksa menambahkan, “Dia dan Choi mengambil puluhan miliar won dalam bentuk suap dan menyangkal kejahatannya serta menghalangi upata mengungkap kebenaran.”

Mengapa suap dapat berkibat hukuman penjara seumur hidup. Ratusan pendukung Park berkumpul di luar gedung pengadilan dan menyatakan dia tidak bersalah.

Baca Juga:  Jelang Pertemuan dengan Kim Jong-un, Korea Selatan Hentikan Siaran Propaganda

“(Park) Memicu krisis nasional dnegan membiarkan seseorang yang tidak pernah terlibat dalam pengelolaan neara, memerintah negara ini,” sebut Jaksa dalam surat tuntutannya.

“Dia (Park-red) dan Choi menerima suap puluhan milar won dan malah menyangkal tindak kejahatannya dan menghalangi upaya-upaya untuk mengungkap kebenaran,” tambahnya.

Di bawah aturan hukum Korea Selatan, dakwaan menerima suap memiliki ancaman hukuman maksimum penjara seumur hidup.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer