Connect with us

Daerah

Mantan Koruptor, Gerakan Pemuda Jakarta Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI Jakarta

JARRAK.ID

Published

on

Aksi demonstrasi Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) menolak M Taufik sebagai Wagub DKI Jakarta di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 06 Desember 2018 (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) menolak nama Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik sebagai kandidat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka beralasan, Taufik merupakan mantan koruptor yang akan memberikan image buruk bagi pemerintahan.

Tuntutan itu disampaikan GPJ dalam aksi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta dan Gedung DPRD DKI Jakarta pada Kamis siang, (06/12/2018).

Ketua Dewan Pembina GPJ, Imam Rohmatulloh saat berorasi di atas mobil komando dalam aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta (Doc. Net)

“M. Taufik akan menjadi beban bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terutama dalam membangun image pemerintahan yang antikorupsi, karena pada saat bersamaan wakilnya adalah mantan koruptor,” kata Koordinator Aksi, Ainun Najib dalam orasinya.

Menurut Ainun, publik mesti tahu, jika Taufik pernah tersandung masalah korupsi pengadaan alat peraga kampanye dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 silam senilai Rp4,2 miliar. Bahkan dalam putusan pengadilan M. Taufik terbukti bersalah dan merugikan keuangan negara sebesar Rp488 juta dan divonis 18 bulan penjara.

“Anies Baswedan sebagai gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat Jakarta harus menunjukkan sikap tegas, dan wajib menolak pemimpin yang punya rekam jejak buruk. Anies Baswedan harus menolak Taufik sebagai kandidat Wagub DKI Jakarta. Apalagi warga Jakarta tidak pernah memilih wakil gubernur yang mantan koruptor,” tegas Ainun.

“Masyarakat Jakarta tidak rela punya pemimpin mantan koruptor dan pemakan uang rakyat. Masyarakat Jakarta butuh pemimpin bersih, jujur, berpengalaman dan merakyat. Akan menjadi aib besar bagi masyarakat Jakarta apabila pemimpinnya orang yang pernah berkhianat pada bangsa,” sambung Ainun dengan nada berapi-api.

Kedepankan Etika dan Moralitas

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina GPJ Imam Rohmatulloh mengatakan semestinya etika dan moralitas mejadi rujukan dasar dalam pemilihan jabatan publik, terlebih jabatan strategis sebagai Wagub DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pembina GPJ, Imam Rohmatulloh dalam sesi wawancara dengan awak media (Doc. JARRAK)

“Munculnya nama Taufik sebagai kandidat Wagub DKI Jakarta akan menjadi potret buruk bagi pemerintahan DKI Jakarta. Tentu ini yang mesti kita hindari. Maka spirit yang dibangun GPJ dalam aksi ini berupaya untuk menyadarkan publik, bahwa Jakarta sebagai ibu kota harus dipimpin orang yang tidak cacat hukum dan catat moral,” kata Imam kepada Jarrak.id ditemui seusai aksi.

Baca Juga:  BMKG Pastikan Tsunami Selat Sunda Akibat Erupsi Gunung Krakatau

“Itulah sebabnya kita minta Pak Anies Baswedan dan DPRD DKI menolak apabila nama Taufik masuk dalam kandidat Wagub DKI Jakarta yang akan menggantikan Sandiaga Uno,” sambung dia.

Imam berjanji pihaknya akan terus mengawal agar nama Taufik tidak lolos sebagai Wagub DKI Jakarta.

“Kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan ibu kota mendapatkan pemimpin yang pada sisi lain juga bisa memberikan keteladanan sikap dan perilaku kepada masyarakat Jakarta,” tandas Imam.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer