Connect with us

Kolom

Manfaat Penerbitan Akta Kelahiran Dalam Ketertiban Administrasi Kependudukan

JARRAK.ID

Published

on

Foto : Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL)/dok.

Bandar Lampung, JARRAK.ID–Seorang  bayi yang baru lahir, harus segera didaftarkan kelahirannya menimal 60 hari dari kelahiran si-bayi. Namun pada kenyataan orang tua si-bayi sering lupa dan lalai bahkan yang lebih  parah lagi enggan mengurus akta kelahiran si-bayi, dikarenakan mereka menganggap akta kelahiran sama seperti surat keterangan lahir yang dikeluarkan rumah sakit atau bidan namun persepsi ini yang salah dan  keliru, akta kelahiran dan surat kelahiran itu berbeda.  Surat keterangan lahir adalah surat yang dikeluarkan oleh rumah sakit sebagai bukti bahwa si-bayi adalah benar telah lahir dan dilahirkan dari pasangan orang tua si-bayi. Sedangkan akta kelahiran adalah tanda bukti pengakuan Negara terhadap si-bayi yang dikeluarkan oleh Dinas kependudukan dan catatan sipil.

Sangat pentingnya akta  kelahiran bagi seseorang untuk diakui oleh Negara dan  awal  dari  semua pembuatan  dokumen  kependudukan. ini tercemin dari banyaknya  peraturan yang mengatur  mengenai  akta kelahiran. Namun  pada kenyataannya di Masyarakat, masih banyak  yang  belum memiliki  akta kelahiran, contohnya  di Kelurahan Bumi  Waras RT 05 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung.  Dari hasil penelitian terhadap Warga  Kelurahan Bumi  Waras RT 05 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, yang  berjumlah sekitar  80 kepala  keluraga  masih sekitar  64 kepala kelurga belum mempunyai  akta kelahiran berarti bila di persentasekan  sebesar 44% dari total seluruh warga yang ada  dalam RT  05 yang  belum mempunyai akta  kelahiran sedangkan yang sudah memiliki  akta kelahiran sebesar  56% atau  sekitar 80 kepala keluarga.

Masih rendahnya minat Masyarakat dikarenakan beberapa faktor seperti Waktu yang digunakan untuk mengurus akta kelahiran itu sangat lama  prosesnya  maupun saat penerbitan  akta kelahiran, bahkan setelah menunggu tidak jadi tepat waktu. Bila sudah jadi membutuhkan waktu sekitar 3 (tiga) Hari sampai satu  Minggu bahkan sampai  satu Bulan lamanya. Ditambah lagi adanya biaya yang dikenakan oleh oknum  pegawai Disdukcapil terhadap pembuatan akta kelahiran sebesar Rp.50.000.00 sampai dengan Rp.100.000.00. untuk satu kali pembuatan akta kelahiran, hal ini menjadi alasan Masyarakat yang tidak  mampu enggan mengurus pembuatan akta kelahiran  anak. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan semangat Pemerintah Pusat, melalui Menteri Dalam Negeri mengeluarkan  peraturan  Menteri tentang Tanda  Tanggan Eleteronik (TTE), sekarang semua  dokumen  tidak harus  lagi   menunggu  kepala Disdukcapil  untuk  menanda  tanggani berkas. Cukup   dengan mencetak tandatangan  eletronik   yang  disediakan  oleh   Disdukcapil.  Sehingga  pembuatan dokumen  kependudukan hanya  membutuhkan waktu 1 jam saja selesai.

Selain itu, salah satu  penghambatnya adalah permainan  oknum  yang meminta  uang  ke Masyarakat  agar  cepat  pengurusan  akta  kelahiran, jelas hal ini  bertentangan  dengan Pasal  95B  Undang-Undang  No 23 Tahun  2013 tentang kependudukan berbunyi “setiap  pejabat  dan petugas pada Desa/Kelurahan Kecamatan, UPT instansi pelaksana dan yang memerintahkan  dan/atau memfasilitasi dan/atau melakukan  pemungutan biaya kepada  penduduk dalam  pengurusan dan penerbitan  dokumen kependudukan sebagaimana  dimaksud pasal  79A dipidana dengan  pidana penjara paling lama  6 (enam) Tahun dan/atau  denda paling banyak Rp.75.000.000,00 (tujuh  puluh lima  juta rupiah).” Tidak hanya Undang- undang yang mengatur  tapi   juga  kode etik pegawai mengatur seperti “pelayanan yang dilakukan oleh Disdukcapil   Kota Bandar  Lampung diberikan kepada masyarakat secara gratis.

Seharusnya Pemerintah Daerah beserta jajaran lebih berperan aktif untuk melakukan sosialisai pentingnya akta kelahiran dan tata cara pembuatan akta kelahiran terhadap Masyarakat, tidak hanya menunggu tetapi juga haruslah aktif dor to dor melakukan penyuluan pendataan untuk menciptakan administrasi kependudukan yang rapih dan akurat.

Berikut fungsi akta kelahiran:

1. Sebagai pengakuan Negara terhadap identitas  anak  yang  sah   dan  diketahui  asal usulnya. anak yang diakui Negara  adalah anak yang  telah  dicantumkan dicatatan sipil, yang dibuktiikan oleh akta kelahiran , kartu tanda  kependudukan (KTP),   kartu identitas Anak (KIA)

2. Fungsi akta kelahiran dibidang Pendidikan, seorang anak membutuhkan akta kelahiran sebagai mana diperlukan untuk mendaftar  ke sekolah dasar  bahkan sampai perguruan tinggi, karena ijazah   harus sama dengan  akta kelahiran seorang  anak.

3. Fungsi akta kelahiran dalam bidang Perkerjaan, seorang  membutuhkan  akta  kelahiran sebagai salah satu  dokumen  kelengkapan syarat  untuk  mendaftar  kerja di suatu perusahan  atau instansi Pemerintahan

4. Fungsi akta kelahiran  dalam bidang hukum seorang  membutuhkan akta kelahiran sebagai jaminan  hukum anak itu bila saat berhadapan dengan hukum. Seperti  masalah adopsi/ pengakuan anak, dalam hal waris  anak wajib mempunyai  akta kelahiran  sebagai tanda  anak yang sah dan memang  mempunyai hubungan darah yang  sah.

5. Fungsi akta kelahiran dalam bidang  politik seorang anak membutuhkan akta lahir  adalah salah  satu  syarat  seseorang untuk mempunyai KTP, dalam sistem pemilu seorang  Warga  Negara  untuk dapat memilih dan  dipilih  harus mempunyai KTP agar  menandakan dia adalah  Warga Negara Indonesia.

6. Fungsi akta kelahiran untuk meneruskan keturunan seseorang  yang  ingin menikah pastinya mempunyai akta kelahiran untuk syarat sah melengkapi dokumen nikah  dan menjadi tanda  yang kongkrit bahwa orang  tersebut  sudah cukup umurnya.

Syarat pembuatan akta kelahiran

1.Surat pengantar dari RT atau RW.

2. Surat keterangan kelahiran dari dokter/bidan/rumah sakit/ tempat melahirkan, atau bisa saja pada saat melahirkan berada di pesawat atau kapal laut, maka perlu juga mendapatkan surat keterangan dari pilot/nahkoda.

3. Kartu keluarga asli dan fotokopi bagi penduduk tetap atau SKSKPNP bagi Warga non-permanen di tempat domisili tersebut sebanyak 2 lembar.

4. Kartu identitas penduduk (KTP) suami-istri asli dan fotokopi sebanyak 2 lembar. Bisa juga kalau diperlukan menggunakan SKDS

5. Surat keterangan pelaporan tamu.

6. Fotokopi buku nikah KUA atau Akta Pernikahan dari Catatan Sipil sebanyak 2 lembar.

7.Fotokopi Akta Kelahiran suami-istri sebanyak 2 lembar.

8. Fotokopi paspor bagi Warga Negara asing. Dua orang saksi untuk membuktikan tentang kelahiran di Dinas pencatatan sipil berikut fotokopi KTP yang bersangkutan (untuk hal ini mungkin di beberapa Daerah, saksi tidak perlu ikut dalam pengurusan cukup menyerahkan fotokopi KTP saja kepada pelapor/orang tua anak).

9. Surat keterangan dari kepolisian untuk anak yang tidak diketahui asal-usulnya.

10. Surat keterangan dari lembaga sosial khusus untuk kelahiran anak penduduk rentan, surat kuasa dengan materai sebesar Rp6.000 dan mengisi formulir permohonan pencatatan kelahiran dengan materai Rp6000.

Dengan meningkatnya kesadaran Masyarakat mengenai pentingnya pembuatan akta kelahiran serta ditambah dengan peran aktif Pemerintah Daerah maupun Dinas kependuduakan dan catatan sipil dalam menjalankan program pembuatan akta kelahiran akan menciptakan ketertiban administrasi kependudukan.

Penulis :

1.Firman

2. Desta Fani Acbel

3. Heru Andrianto

4.Aldian Hernandi

Mahasiwa Universitas Bandar Lampung(UBL). (jrk)

EDITOR : Seno Aji

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer