Connect with us

Daerah

Malaysia Ancam Tarik Timnya dari Kompetisi AFF U-16, Ketum PSSI: Kalau Mau Mundur Silahkan

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengaku tak masalah jika Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengambil langkah menarik mundur Timnas U-16 Malaysia dari kompetisi AFF U-16 tahun 2018 yang diselenggarakan di Indonesia.

Sebelumnya, desakan untuk menarik Timnas U-16 Malaysia dari gelaran AFF U-16 tahun 2018 disampaikan oleh mantan Presiden FAM Tunku Ismail Sultan Ibrahim. Terkait desakan itu, Sekjen FAM Stuart Ramalingan masih belum mengambil sikap tegas.

Pihak FAM disebut masih terus memantau kondisi keamanan di Indonesia. Jika dirasa kondisi keamanan mengancam Timnas U-16 Malaysia, pihak FAM bukan tidak mungkin mengambil langkah ekstrem dengan menarik tim mereka dari kompetisi tersebut.

Terkait hal itu Ketum PSSI Edy Rahmayadi dengan tegas mempersilahkan FAM jika memang benar akan menarik timnya.

“Malaysia kalau mau mundur, mundur aja deh,” ujar Edy dalam acara kerja sama sponsor PSSI di Jakarta, Rabu, (01/08/2018).

Kisruh ini sebelumnya berawal dari dugaan penghinaan yang dilakukan oleh suporter Indonesia kala Malaysia menjamu Timnas Thailand U-16 (30/7/2018). Dalam pertandingan tersebut, suporter Indonesia dilaporkan menghina tim Malaysia U-16 dengan kata-kata kasar.

Tak hanya berkata kasar, suporter Indonesia saat itu juga dikabarkan menghina salah satu pemain Timnas Malaysia Amirul Ashrafiq Hanifah yang membuat kesalahan dengan mengunggah bendera Indonesia terbalik sebelum tiba di Indonesia.

Disisi lain, Edy Rahmayadi menilai apa yang dilakukan oleh suporter Indonesia tersebut masih termasuk kategori wajar. Pihaknya juga berharap ancaman Malaysia menarik mundur Timnasnya dari ajak AFF U-16 tak terwujud.

“Saya melihat suporter Indonesia masih wajar. Kata-kata mundur itu kan dari federasi (FAM). Kalau hanya satu-dua orang yang bicara, Malaysia itu 28 juta penduduknya, kalau satu-dua yang bicara jangan dianggap satu keputusan negara Malaysia. Kami tidak harapkan seperti itu (Malaysia mundur), ada kesalahan dan kekurangan, nanti kami perbaiki,” tutur Edy.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: KPK OTT Pejabat di Kementerian PUPR

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer