Connect with us

Daerah

Maju Pileg, Djoni Irianto Minta Ketua PMI Bondowoso Segera Ajukan Cuti

MOH AIDI

Published

on

Sekretaris PMI Jatim, Djoni Irianto saat memberikan sambutan di acara Muskab ke IX PMI Bondowoso (Doc. JARRAK)

BONDOWOSO – JARRAK.ID – Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Djoni Irianto menegaskan pengurus PMI yang mendaftarkan diri sebagai caleg (calon legislatif), wajib mengajukan cuti.

Hal ini disampaikan saat mengahadiri acara Muskab (Musyawarah Kabupaten) PMI Bondowoso, di Ballroom Hotel Ijen View, Rabu, (26/12/2018).

“Wajib mengajukan cuti ke provinsi, nanti direkom oleh provinsi,” kata pria yang akrab disapa Djoni tersebut.

Menurut Djoni, Ketua PMI Bondowoso, Miftahul Huda mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten belum mengajukan cuti.

“Karena Probolinggo sudah, Situbondo sudah, ini (Bondowoso, red) belum,” imbuhnya pada awak media seusai menghadiri acara.

Menurutnya, PMI Jatim sudah menerima surat dari PMI pusat. Kemudian, dijelaskan ke kabupaten/kota, kalau ingin mencalonkan legislatif dan sebagainya, wajib mengajukan cuti, dan harus menunjuk Plt-nya.

Lebih tegas ia memaparkan, pengurus PMI yang sedang nyaleg, tidak boleh mencalonkan diri sebagai anggota kepengurusan pada acara Muskab.

“Karena posisinya harus cuti, dan surat cutinya harus tak tunggu. Surat cutinya belum dibuat. Makanya itu, saya ingatkan dia tadi, untuk mengajukan cuti yang direkom provinsi. Ia proses toh untuk Pileg, sudah posisi cuti ya mana bisa,” Katanya.

Ketua PMI Bondowoso, Miftahul Huda mengaku bahwa memang ada surat edaran yang menganjurkan untuk cuti bagi pengurus yang maju di Pileg. Hal itu, kata dia, dimaksudkan untuk menjaga independensi PMI.

“Pada saat kita rapat, kita setuju untuk cuti. Namun masalahnya, kalau saya cuti, lalu siapa yang akan mempertanggung jawabkan kerja lima tahun ini, kan kasian sama pengurus saya, kalau saya cuti,” katanya.

Hal tersebut, kata dia, yang menjadi pertimbangan. Akhirnya, ia memilih cuti fluktuatif. Yakni, kalau ada kegiatan tidak cuti, dan sebaliknya. Sebagai misal dalam dalam acara Muskab ia tidak cuti, karena kasihan kepada pengurus kabupaten. Apalagi menurutnya, cuti itu hanya surat edaran atau hanya anjuran.

Baca Juga:  Naas, Bupati Ini Hanya 5 Menit Jadi Kepala Daerah Sebelum Dicopot Kembali Karena Terjerat Korupsi

“Siapa yang akan bertanggung jawab, wong saya ketuanya. Sebagai bentuk pertanggungjawaban saya melakukan aktifitas Kepalangmerahan,” katanya.

Selama ia tidak pernah membawa PMI dalam ranah di luar asas dan prinsip Kepalangmerahan.

Advertisement

Berita Populer