Connect with us

Politik

Mahfud MD Akui Digoda ‘Pindah Club’, Golkar: Tak Etis Menggoda Orang Setia

JARRAK.ID

Published

on

Dari kiri ke kanan: Said Didu, Mahfud MD, dan Sudirman Said. (Twitter @mohmahfudmd)

JAKARTA – JARRAK.ID – Beberapa hari yang lalu, Mahfud MD kedatangan dua tamu yang ia sebut sebagai sahabatnya. Dua  orang tersebut adalah Said Didu dan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Dalam pertemuan di kediaman Mahfud tersebut, mantan Ketua MK itu mengaku digoda untuk ‘pindah klub’. Banyak orang menilai godaan tersebut terkait dukungan politik Mahfud yang saat ini juga belum tegas apakah akan mendukung Jokowi, atau balik arah ke Prabowo Subianto.

Meski begitu, Partai Golkar menilai godaan dari Sudirman Said tersebut dianggap tidak etis dilakukan.

“Menggoda orang yang setia sebenarnya tidak etis seperti halnya meminang orang yang masih dalam pinangan saudaranya,” kata Wasekjen Golkar M Sarmuji kepada awak media, Senin, (20/08/2018).

Disisi lain Sarmuji yakin Mahfud tak mungkin akan berpindah dukungan kendati ia sempat ‘bernyanyi’ di acara Indonesia LawyersClub (ILC) soal kegagalannya jadi Cawapres Jokowi.

“Setahu saya Pak Mahfud masih setia dengan Pak Jokowi. Saya yakin Pak Mahfud juga bukan tipe orang yang mudah berpindah hati,” ujarnya.

“Kemarin tidak dipilih sebagai cawapres saja Pak Mahfud menyatakan tidak kecewa,” tambahnya.

Sebelumnya, Mahfud dalam akun Twitternya mengunggah pertemuan antara dirinya dan Sudirman Said pada Minggu, (19/08/2018).

“Kemarin sore Pak @sudirmansaid dan Pak @saididu berkunjung ke rumah saya di Yogya. Silaturrahim biasa dan berdiskusi tentang dunia sepakbola. Keduanya adalah kawan lama saya. Terimakasih atas kunjungan 2 jamnya, sahabat-sahabat,” demikian salah satu cuitan Mahfud.

Baca Juga:  Konser Solidaritas untuk Ahmad Dhani Digagalkan, Fadli Zon: Rezim Otoriter Akan Tumbang

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer