Connect with us

Politik

Mahathir Mohamad Akan Segera Seret Najib Razak Ke Pengadilan

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad (Doc. Net)

JAKARTA JARRAK.ID – Mahathir Mohamad menyebutkan kalau mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak akan segera diseret ke meja pengadilan. Najib dibawa ke meja hijau lantaran diduga terlibat dalam kasus besar di Malaysia yaitu kasus 1MDB.

1MDB adalah kasus hilangnya miliaran dollar AS dari perusahaan 1Malaysia Development Bhd. Selain itu, Najib juga diduga menjadi dalang dari kasus pembunuhan terhadap seorang model asal negara Mongolia yang bernama Altantuya Shaariibuu.

“Saya pikir, dia (Najib) akan dibawa ke pengadilan segera,” kata Mahathir di depan sekitar 300 warga Malaysia di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, seperti dilansir dari Channel News Asia pada Jumat, (29/06/2018).

“Banyak yang bertanya mengapa tidak ada tindakan yang diambil setelah begitu lama, tapi dia tetap diberi perlakuan sebagai mantan perdana menteri,” lanjutnya.

Mahathir yang beberapa waktu lalu kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia tersebut mengatakan kalau kasus yang diduga melibatkan Najib tersebut harus memiliki bukti yang kuat terlebih dahulu sebelum dibawa ke meja hijau. Namun Mahathir menambahkan kalau saat ini pihak berwenang di Malaysia juga telah berupaya mengumpulkan bukti untuk menyeret mantan perdana menteri Malaysia tersebut ke pengadilan.

“Untuk membawa kasus ke pengadilan, harus ada cukup bukti sehingga kami tidak akan gagal,” ujarnya.

Selain itu, Mahathir juga menyatakan kalau nantinya Najib akan diancam dengan pasal berlapis oleh penyidik. Namun menurut Mahathir yang terpenting saat ini adalah penyidik harus memiliki bukti yang kuat terlebih dahulu perihal keterlibatan Najib dan istrinya serta salah satu pengusaha bernama Jho Low dalam skandal 1MDB. Mahathir juga menyinggung banyaknya kebobrokan yang dilakukan oleh Najib.

Sementara itu, salah satu kasus lain yang menjerat Najib yaitu pembunuhan model asal Mongolia, menurut Mahathir akan dilakukan persidangan ulang. Sebelumnya, Najib diduga turut terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuya pada tahun 2006. Altantuya ditembak mati dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak plastik kelas militer.

Baca Juga:  Demokrat Sebut Koalisi Pendukung Jokowi Akan Pecah, PPP: Kita Semakin Solid

Beberapa kasus Najib yang dinilai mengejutkan adalah kasus pembunuhan model tersebut. Banyak spekulasi yang menyatakan kalau Altantuya dibunuh lantaran Ia mengetahui praktik korupsi yang dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi Malaysia terutama dalam kasus pembelian dua kapal selam Scorpene buatan Perancis dan Spanyol senilai 2 Miliar dollar AS. Sampai saat ini, pihak berwenang di Malaysia juga telah menyita harta Najib dengan nilai kurang lebih 1,1 miliar ringgit atau setara dengan Rp 3,8 Triliun.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer