Connect with us

Bisnis

Luhut Tawarkan 15 Proyek ke China, Ratna Sarumpaet: Dia Menteri Bagian Menggadaikan Kekayaan Negara

JARRAK.ID

Published

on

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan diketahu menawarkan 15 proyek dalam kunjungannya ke Beijing, China beberapa waktu.

Menanggapi hal itu, Ratna Sarumpaet mengkritik langkah Luhut dan menyebutnya hanya pandai menggadaikan kekayaan negara.

Selain itu, Ratna juga mengatakan bahwa tindakan Luhut ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilpres 2019 mendatang.

“Pak @LuhutPandjaitan ini Menko Maritim urusan “Menggadaikan Kekayaan Bangsa” ? Duh, ingin cepat-cepat nih 2019,” tulis Ratna Sarumpet di Twitter pribadinya sebagaimana dikutip Jarrak.id, Senin, (03/09/2018).

Sebelumnya sebagaimana diberitakan Kompas.com, dalam kunjungannya ke China, Luhut mengaku membawa 15 proyek yang akan ditawarkan.

Adapun 15 proyek itu di antaranya berada di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Manado dan Bali.

“Progresnya, pemerintah Tiongkok sudah menunjuk pihak yang ingin mendiskusikan dengan saya terkait 15 proyek itu,” sebut Luhut di kantornya, Rabu, (11/04/2018).

Namun dia tidak menyebutkan secara pasti berapa total nilai 15 proyek yang akan ditawarkan.

Tetapi yang pasti, proyek tersebut di antaranya pembangunan Kuala Tanjung Internasional Hub Port and Industrial Estate, jalan tol, dan kereta api di Sumatera Utara.

Luhut mengatakan, ke-15 proyek tersebut juga akan ia tawarkan di Washington DC, Amerika Serikat dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) 18 April 2018.

“Jadi yang mana yang lebih cepat dan harga yang cocok saja,” tambahnya.

Yang pasti, kata Luhut, bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia itu haru memenuhi empat syarat.

Pertama, harus menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Kedua, mempersiapkan penggunaan tenaga kerja lokal dalam empat tahun pengerjaan proyek.

Menurut dia, syarat yang kedua itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin mengembangkan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Enggan Ladeni Presiden Jokowi Soal Polemik Harga Bahan Pokok

“Jadi dalam 3-4 tahun pengerjaan proyek hrus mulai bergeser dari tenaga kerja asing dengan ke tenaga kerja lokal,” sebutnya.

Ketiga, tidak ada ekspor bahan mentah dan keempat, adanya transfer teknologi. Sehingga, manfaat yang akan dirasakan Indonesia atas 15 proyek tersebut juga akan maksimal.

Teken investasi 20 miliar dollar AS Selain menawarkan 15 proyek, Luhut di Beijing juga diagendakan akan meneken rencana investasi dari China sebesar 20 miliar dollar AS di bidang hydro power.

“Tapi saya mau cek dulu, betul apa tidak itu 20 miliar dollar AS, karena saya tidak mau meneken yang tidak jelas, harus jelas dulu baru saya mau neken,” tegasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer