Connect with us

Daerah

Loloskan Pelanggar Kode Etik, Pengamat: Pansel Capim KPK Perlu Dievaluasi

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK periode 2019-2023 Yenti Ganarsih (tengah), bersama sejumlah anggota Pansel KPK memberikan keterangan pers terkait hasil uji kompetensi calon pimpinan KPK di Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa terhadap kinerja Pansel Capim KPK.

Menurutnya, mereka terkesan menutup mata dan telinga terhadap masukan publik terkait kreteria nama-nama yang lolos.

“Kinerja Pansel mengecewakan, mereka tidak mengindahkan masukan publik, hal ini terlihat dari beberapa nama yang dinyatakan lolos padahal memiliki catatan kurang baik,” katanya, Minggu, (25/08/2019).

Dijelaskannya, ada beberapa nama yang seharusnya dipertanyakan integritasnya, terkait upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Bagaimana mungkin ada nama lolos seleksi sementara pernah terindikasi melanggar kode etik KPK, termasuk nama yang pernah tersangkut isu pengancaman terhadap petinggi KPK, juga dengan mereka yang terang-terangan tidak patuh melaporkan LHKPN, ini penanda integritas itu tidak utuh ada pada mereka,” imbuhnya.

Ia juga menyayangkan, nama-nama yang berpotensi memiliki kecakapan dan integritas dalam upaya pemberantasan korupsi justru berguguran.

“Dan sebaliknya, tokoh yang sejauh ini tidak memiliki catatan buruk dalam kinerja pemberantasan korupsi tidak lolos assesmen, padahal ia sudah memimpin KPK, tanpa catatan buruk,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia beranggapan bahwa proses seleksi Capim KPK sudah mengecewakan sejak pembentukan Pansel.

“Persoalan ini mengemuka sejak awal, bahkan sampai hari ini kita kesulitan mengakses Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 54/P tahun 2019 tentang Pembentukan Panitia Seleksi, padahal publik memerlukan keterbukaan informasi,” imbuhnya.

“Presiden harus menahan diri untuk memaksakan restunya pada Pansel Capim KPK, ada baiknya sementara ini Pansel dievaluasi, dan mulai mendengarkan masukan-masukan publik, baik buruknya pimpinan KPK di masa mendatang, bergantung dari kesungguhan Pansel dan kejelian presiden,” tandasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer