Connect with us

Daerah

Listrik Berhari-hari Padam, Masyarakat Guluk-Guluk Tuding PLN Tak Becus

HOLIDI

Published

on

Abd Rahman Akrobani (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Masyarakat Desa Payudan Dundang, Guluk-Guluk, Sumenep menyesalkan sikap PLN yang tidak responsif dalam melakukan pemadaman listrik secara sepihak tanpa terlebih dahulu memberitahukan kepada masyarakat.

Pasalnya saat ini di wilayah tersebut masuk musim tanam tembakau, sehingga masyarakat terancam gagal panen karena kekurangan air.

Selain itu, beberapa pelaku UMKM juga mengalami kerugian dalam jumlah besar akibat pemadaman listrik.

Abd Rahman Akrobani, warga Dusun Legung, Payudan Dundang, Guluk-Guluk menilai bahwa PLN sebagai perusahaan penyedia listrik tidak boleh sewenang-wenang dalam mengambil kebijakan.

Ia menuding bahwa sikap PLN sengaja ingin membuat para petani tembakau dan pelaku UMKM menderita dan merugi.

“Apapun alasannya, PLN jangan sewenang-wenang melakukan pemadaman listrik. Apalagi masyarakat sekarang membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mengairi tanaman tembakau mereka,” kata dia kepada Jarrak.id, Sabtu, (20/07/2019).

Dia menegaskan akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN, aktifitas ekonomi masyarakat menjadi lumpuh.

“PLN itu perusahaan negara yang diberikan kewajiban untuk menyediakan listrik kepada masyarakat. Artinya jika PLN melakukan pemadaman secara sepihak, tentu sangat kita sesalkan,” tegas Rahman.

Marak Pencurian Listrik

Manajer PLN Rayon Sumenep, Rudi Hartono mengatakan bahwa listrik padam di wilayah Guluk-Guluk memang nyaris terjadi setiap tahun.

Menurut dia, masyarakat diduga melakukan pengambilan listrik secara ilegal. Sehingga sambungan listrik sering terputus.

“Setiap tahun kejadian ini pasti ada,” kata dia.

Rudi menegaskan, pemakaian listrik di travo itu selalu melebihi kapasitas yang mengakibatkan NH fuse (alat sebagai pemutus atau pengaman terhadap arus lebih) rusak.

“Petugas kami terkadang sampai lima kali dalam sehari melakukan perbaikan. Saat diganti selalu rusak, sehingga persediaan tidak ada akhirnya padam,” jelasnya.

Sehingga pihaknya bersama perwakilan masyarakat harus membuat surat pernyataan. Salah satunya berisi perjanjian apabila putus lagi saat diperbaiki, pihak PLN tidak bisa melakukan perbaikan dalam waktu dekat.

“Tadi sudah ada kesepakatan dengan perwakilan masyarakat, apabila nanti malam dinyalakan dan kalau masih padam dan lepas lagi berarti harus ditinggal. Karena kalau dipaksakan takut travonya rusak, akhirnya tambah lama karena harus pesan ke Surabaya,” tandas dia.

Advertisement

Populer