Connect with us

Daerah

Lingkar Pemuda Sumenep Janji Kawal Harga Jual Tembakau Agar Petani Tak Buntung

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Ketua Umum Lingkar Pemuda Sumenep, Siswadi (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Ketua Umum Lingkar Pemuda Sumenep, Siswadi mengatakan tembakau sebagai hasil produk pertanian agrikultur juga berpotensi mengalami jatuh harga, sehingga harus ada upaya menjaga tembakau sebagai komoditas.

Oleh karena itu, ia berjanji akan mengawal harga jual tembakau agar menguntungkan petani.

Apalagi kata dia, Sumenep merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang merupakan sentra produksi tembakau dengan kualitas yang sangat baik.

“Namun sayangnya, kualitas tembakau tidak sebanding dengan harga jual yang cenderung merugikan petani,” kata dia kepada Jarrak.id, Sabtu, (20/07/2019).

Siswadi mengaku bahwa hampir setiap tahun petani selalu mengeluhkan harga jual tembakau.

“Padahal untuk menghasilkan tembakau berkualitas tinggi, juga membutuhkan biaya yang tinggi,” tegas dia.

Ia berjanji akan melakukan komunikasi dengan instansi terkait, agar harga jual tembakau bisa memberikan keuntungan kepada petani.

Apalagi kata dia, kontribusi penerimaan negara dari hasil tembakau dalam bentuk cukai adalah Rp150 triliun per tahun, ditambah pajak sekitar Rp200 triliun.

Siswadi menambahkan saat ini penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok dialokasikan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, gaji guru, tentara, perawat, dan dokter.

“Sehingga sangat disesalkan kalau harga jual tembakau di tingkat petani tidak tinggi. Karena petani tembakau memberikan kontribusi besar bagi pemasukan negara,” tegas Siswadi.

Siswa juga mengajak kepada seluruh pemuda agar bersama-sama mengawal supaya harga jual tembakau di tingkat petani bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Selain komunikasi dengan instansi terkait, kita akan juga mengajak kepada seluruh elemen pemuda untuk bersama-sama mengawal agar harga jual tembakau tidak merugikan petani,” tandas dia.

Advertisement

Populer