Connect with us

Daerah

Langgar SOP, Menkumham Tarik Kalapas Polewali Mandar

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menarik Kepala Lapas Kelas II B Polewali Mandar, karena membuat aturan narapidana harus bisa membaca Al-Quran bagi yang akan mengajukan bebas bersyarat.

“Iya itu sudah ditarik orangnya ke kanwil. Bahwa tujuannya itu baik ya, tapi membuat syarat itu melampaui UU. Kalau nanti dia nggak khatam-khatam walaupun secara UU sudah lepas kan nggak bisa,” kata Menkum HAM Yasonna Laoly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (24/06/2019).

Menurut dia, sekalipun tujuannya baik, tetapi Kalapas tidak boleh membuat aturan sendiri.

“Tujuannya baik, tetapi memaksakan dengan cara begitu kan nggak boleh. Akhirnya memancing persoalan. Sekarang orangnya sudah ditarik,” ujarnya.

Kemenkum HAM akan segera menggelar rapat demi untuk mengarahkan pejabat-pejabat di lapas agar taat SOP. Pejabat lapas diminta tak berlebihan dan taat Undang-Undang.

“Bahwa mengajarkan orang untuk taat beragama, membaca khatam Alquran dan lain-lain atau baca Alkitab sampai habis misalnya atau kitab suci lainnya, baik pasti baik. Tapi mensyaratkan itu untuk syarat keluar dari lapas, tidak boleh, melampaui kewenangannya,” ujar Yasonna.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Anggota PPS Tamberu Timur Sampang Jadi Korban Penembakan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer