Connect with us

Bisnis

Kupas Revolusi Industri 4.0, Ridwan Hisjam: Ini Tantangan Pelaku Kreatif

JARRAK.ID

Published

on

Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam saat acara Bimtek Pengembangan Pemasaran Produk dan Jasa Kreatif Berbasis Online di Hotel Savana, Malang, Jumat, 3 Agustus 2018 (Doc. Net)

MALANG – JARRAK.ID – Paska memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan salah satunya bisnis model cyber physical, pelaku industri kreatif juga lambat laun memiliki tantangan tersendiri.

Anggota DPR RI Komisi VII, Ridwan Hisjam, menjelaskan perkembangan industri dari masa ke masa. Dalam acara Bimtek Pengembangan Pemasaran Produk dan Jasa Kreatif Berbasis Online, Ridwan menerangkan periodeisasi revolusi industri.

“Revolusi Industri ke-1 terjadi pada akhir abad ke-18 yang ditandai dengan pengenalan fasilitas produksi mekanisme, kemudian revolusi Industri ke-2 terjadi pada akhir abad ke-19/awal abad ke-20 yang ditandai dengan pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja. Dan Revolusi Industri ke-3 terjadi pada awal tahun 1970 yang ditandai dengan penggunaan elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi,” terang Ridwan Hisjam di Hotel Savana, Jumat (3/8/2018).

Menurut Ridwan, memasuki Revolusi Industri 4.0, dimungkinkan terjadi kondisi dinamik dan revolusioner. Konektivitas manusia, mesin dan data, kata dia, dapat mempengaruhi berbagai sektor industri, pembangunan, kemajuan suatu bangsa dan juga mempengaruhi secara revolusioner kehidupan manusia.

“Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum -WEF) memandang setidaknya terdapat delapan isu kunci terkait Revolusi Industry 4.0, yaitu 1)disrupsi atau gangguan dalam pekerjaan; 2)inovasi dan daya produksi; 3)ketimpangan; 4)cerdas kelola; 5)keamanan dan konflik; 6)disrupsi bisnis; 7)kepaduan teknologi; 8) isu etnis dan identitas,” ungkap dia.

“Dari delapan isu ini, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang memiliki jumlah penduduk lebih banyak perlu secara cermat dan cepat dalam menyikapinya, termasuk bagaimana pelaku pelaku ekonomi kreatif merespon tantangan ini,” imbuh politisi Partai Golkar itu.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI telah menetapkan 10 prioritas nasional untuk Making Indonesia 4.0, yaitu antara lain perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri.

Baca Juga:  Rupiah Kembali Anjlok, Pagi Ini Dolar AS Tembus Rp15.255

Kemudian akomodasi standar Sustainability, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, dan harmonisasi aturan dan kebijakan.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer