Connect with us

Elektoral

Kubu Jokowi Tuding Gugatan Prabowo-Sandi di MK Tak Nyambung

JARRAK.ID

Published

on

Gedung MK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Taufik Basari mengatakan jika bukti yang diajukan kubu Prabowo-Sandiaga Uno dalam sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) banyak yang tidak relevan.

Ia mencontohkan, salah satunya soal posisi Ma’ruf Amin sebagai Dewan Pengawas di Bank yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya kata dia, jika sejak awal Ma’ruf Amin tidak memenuhi syarat, seharusnya sudah didiskualifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selain itu, sambung Taufik, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah bukanlah BUMN sebagaimana dimaksud pasal 247. Bahkan, Dewan pengawas syariah juga beda dengan komisaris di bank.

“Persyaratan itu harusnya diserahkan ke KPU dan diverifikasi apakah lengkap atau tidak, jika belum lengkap partai pengusung harus diperbaiki, tapi dinyatakan kan kemarin memenuhi syarat,” ujar Taufik dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (15/06/2019).

Ia juga menyinggung soal bukti link pemberitaan di media online yang turut dijadikan bukti dalam gugatan di MK.

“Kalau sekarang kan seperti kesalahan dicari demi menang, ini karena alasan sepele. Mau menang begitu? Pemohon itu memasukkan bukti tapi ternyata tidak relevan dan tidak ada sangkut-pautnya dengan dalilnya. Misalnya link-link berita saja tanpa diperkuat bukti-bukti lain, itu juga kualitas buktinya dipertanyakan,” ucapnya.

Taufik menambahkan, dalam permohonan persidangan  BPN juga banyak mengutip pendapat para ahli yang tak lebih dahulu dikonfirmasi. Akibatnya, membuat tak relevan. Salah satunya adalah pernyataan Guru Besar Hukum University of Melbourne, Australia, Tim Lindsey dan beberapa ahli lain temasuk dari Indonesia.

“Sebenarnya itu hanya ingin memperkuat, bahwa MK ini harus memeriksa permohonan yang mereka sampaikan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi ternyata banyak pendapat-pendapat yang sebenarnya, maksudnya tidak demikian,” ujar Taufik.

Baca Juga:  Dituduh Akan Larang Azan dan Halalkan Pernikahan Sejenis, Begini Respon Jokowi

Bahkan, kata dia, para ahli ini sama sekali tidak pernah dikonfirmasi terkait dengan pengutipan dari pendapat tersebut. Dan selain itu juga banyak pendapat-pendapat yang dikutip sebenarnya terkait masalah lain.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer