Connect with us

Politik

Kritik Kebijakan Subsidi BBM era SBY, Demokrat Sebut Jokowi Bangun Opini Menyesatkan

JARRAK.ID

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukrianto (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto angkat bicara perihal kritikan Presiden Joko Widodo yang cenderung menyalahkan kebijakan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Didik menyebut kritikan Jokowi muncul akibat dari kedangkalannya membaca persoalan pemerintahan waktu itu. Akibatnya yang lahir adalah wacana kosong yang berpotensi memecah belah rakyat Indonesia.

“Sehingga yang disampaikan Pak SBY dalam akun media sosialnya harus dibaca sebagai peran moral dalam konteks kebangsaan sekaligus respon dan jawaban atas tuduhan palsu yang ditudingkan kepada beliau,” kata Didik dikutip dari keterangan resminya pada Kamis, (17/05/2018) siang.

Lagi pula, pengelolaan BBM zaman Jokowi dan SBY juga jelas berbeda. Didik menyebut SBY mengeluarkan kebijakan subsidi sebesar Rp 340 triliun ketika harga minyak dunia sedang tinggi. Waktu itu kenang Didik, harga minyak dunia menyentuh angka U$ 120 per barrel namun ekonomi tetap tumbuh 6%. Sekarang lanjut Didik, harga minya dunia hanya berkisar U$ 75 sampai U$ 80 tapi pertumbuhan ekonomi melempem.

“Harus dipahami bahwa setiap kebijakan, termasuk pada pemerintahan SBY dulu tentu didasarkan kepada analisa, kajian, dan pertimbangan yang mendalam dengan memperhitungkan resiko yang berpotensi terjadi. Jadi ketika rezim saat ini ikut bersuara tentang kebijakan SBY itu tidak elok,” tegas Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR tersebut.

“Saya berpandangan bahwa sebagai seorang negarawan sangat tidak pantas di saat negara dilanda krisis namun menyalah-nyalahkan pemimpin pendahulunya. Rezim ini seperti ingin menunjukkan hanya pandai berlindung dibalik jasa pemimpin sebelumnya untuk menutupi kesalahannya,” sambung Didik.

Didik mengatakan seorang pemimpin bangsa seharusnya mengeluarkan pernyataan yang menyatukan bukan memecah belah dengan membanding-bandingkan dengan para pendahulunya.

Baca Juga:  Pansel Minta KPK Telusuri Rekam Jejak 9 Calon Hakim MK

“Banyak warga negara yang sangat mencintai dan yakin bahwa kebijakan SBY diambil untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia,” tegas Didik.

Anggota Komisi III DPR ini yakin banyak rakyat yang semakin berempati terhadap SBY karena terkesan dijadikan kambing hitam atas masalah yang dihadapi pemerintahan Jokowi. Untuk itu, Didik meminta pemerintah menyelesaikan masalah secara progresif, tanpa membangun opini yang tidak mendidik.

“Tentu mereka juga punya rasa dan perasaan apabila SBY terus dijadikan ‘kambing hitam’ atas kekurangbijakan dalam mengelola bangsa ini,” ucap Didik.

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membalas sindiran Presiden Joko Widodo soal kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pada 10 tahun pemerintahannya. Melalui akun twitter resminya @SBYudhoyono, SBY membalas sindiran Jokowi dengan 5 kicauan.

Sindiran soal kebijakan subsidi BBM pemerintahan SBY disampaikan Jokowi di Workshop Anggota DPRD PPP di Hotel Mercure, Ancol.

“Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*,” ucap SBY.

“Saya minta para mantan Menteri & pejabat pemerintah di era SBY, para kader Demokrat & konstituen saya, TETAP SABAR. *SBY*,” ujarnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer