Connect with us

Elektoral

KPU Cetak Surat Suara Perdana untuk Pemilu 2019

JARRAK.ID

Published

on

Ketua KPU, Arief Budiman (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mencetak surat suara untuk gelaran Pemilu 2019. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini KPU mencetak 5 surat suara yang diperuntukkan Pilpres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Daerah.

“Hari ini serentak dalam pencetakan surat suara. Kami beri waktu hingga 17 Maret mendatang agar enam perusahaan pemenang tander menyelesaikan mencetakan surat suara,” kata Ketua KPU Arief Budiman saat meninjau pencetakan surat suara perdana di PT Tamprina Media Grafika, Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu, (20/01/2019).

Arif mengatakan, peninjauan pencetakan surat suara perdana ini untuk memastikan kualitas dan bahan yang dipakai untuk mencetak surat suara sesuai dengan  KPU.

“Ya ini untuk memastikan aja. Kami juga akan mengawasi langsung pencetakan ini dengan ada petugas yang mengawasi disini. Tiap hari laporan,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT Tamprina Media Grafika Agus Suryo mengatakan, pihaknya optimistis dengan tenggat waktu yang diberikan KPU untuk menyelesaikan pencetakan.

Agus membeberkan, untuk kertas surat suara yang digunakan, pihaknya memakai kertas HVS 80 gram dan HVS 70 gram untuk formulir administrasi saat pemilihan berlangsung.

“Sebelum tenggat waktu yang diberikan KPU RI kami optimis bisa menyelesaikan. Kami mencetak surat suara Pemilu 2019 untuk mendistribusikan di 10 Provinsi dengan nilai tander 160 Miliar,” tandas Agus.

Sebagai informasi, Selain PT Temprina Media Grafika, ada lima pemenang tander lainnya yakni PT Balai Pustaka (Jakarta), PT Aksara Grafika Pratama (Jakarta), PT Puri Panca Pujibangun (Jawa Timur), dan PT Adi Perkasa Makassar (Sulawesi Selatan).

Baca Juga:  Restui Puan dan Yasonna Nyaleg, Jokowi Enggan Pilih Keduanya di Kabinet Selanjutnya?

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer