Connect with us

Elektoral

KPU Banyak Coret Caleg DPR Hanura dan Berkarya, Ini Penyebabnya

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPU RI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi pemilihan Umum (KPU) akhirnya merilis daftar calon sementara (DCS) Calon Legislatif (Caleg) untuk Pemilu tahun 2019.

Dalam rilis DCS tersebut, KPU banyak menggugurkan sejumlah Caleg terutama yang berasal dari partai Berkarya dan Hanura. Kebanyakan para Caleg yang digugurkan tersebut lantaran Tak Memenuhi Persyaratan (TMS).

Berdasarkan data KPU, Caleg dari Partai Hanura tercatat ada 167 orang yang termasuk dalam kategori TMS sehingga dengan kondisi tersebut membuat Partai Hanura dipastikan absen berlaga di 22 Daerah Pemilihan (Dapil) pada Pileg 2019 mendatang.

Partai Berkarya juga tak jauh berbeda dengan Hanura. Partai yang dimotori keluarga Cendana ini terpaksa tak dapat berlaga di 14 Dapil setelah 142 Calegnya dinyatakan tak memenuhi persyaratan.
Sebenarnya jika merujuk pada data KPU, hampir semua parpol peserta Pemilu 2019 memiliki Caleg dengan status TMS meski dengan jumlah yang tidak besar.

Diantara parpol yang memiliki Caleg TMS tersebut adalah partai Garuda dengan 26 Caleg TMS, Perindo punya 7 Caleg TMS, bahkan PKS juga tercatat memiliki 4 Caleg dengan status yang sama.

Meski begitu, terdapat juga beberapa parpol yang hampir semua Calegnya dinyatakan lolos oleh KPU. Partai tersebut adalah Nasdem, PKB dan PBB. Hal itu membuat 575 Caleg yang didaftarkan oleh partai-partai tersebut dipastikan bakal berlaga di 80 Dapil yang ada.

Terkait penetapan status TMS terhadap para Caleg tersebut partai politik pengusung tidak diperkenankan melakukan penggantian.

Namun menurut Komisioner KPU Ilham Saputra, jika ternyata ada parpol yang merasa keberatan dengan keputusan KPU tersebut pihaknya mempersilahkan kepada parpol mengajukan gugatan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Seperti biasanya, sengketa diawali dengan mediasi,” ucap Ilham di kantor KPU, Jakarta, Senin, (14/08/2018).

Ilham menjelaskan banyaknya Caleg yang dinyatakan TMS tersebut mayoritas disebabkan karena faktor keterwakilan 30 persen perempuan dalam satu Dapil.

Ilham menambahkan, jika dalam satu Dapil ada satu orang Caleg perempuan yang dinyatakan TMS lalu akibatnya keterwakilan 30 persen perempuan di Dapil tersebut tidak tercapai, maka konsekuensinya adalah seluruh Caleg dari Dapil tersebut dinyatakan TMS.

“Termasuk di dapil itu kita TMS-kan. Itu yang membuat partai kehilangan dapilnya, karena persoalan tadi,” ujar Ilham.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer