Connect with us

Daerah

KPK Tidak Patuh Putusan Praperadilan Kasus Century, MAKI Geram

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI)) kembali mendaftarkan gugatan praperadilan kasus Bank Century di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Kendati demikian, sidang perdana gugatan tersebut terpaksa ditunda karena KPK dan pihak terkait absen.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengaku kecewa karena KPK dianggap mengabaikan putusan pengadilan yang sebelumnya juga diajukan MAKI.

Pasalnya kata dia, KPK sampai saat ini belum juga menetapkan sejumlah pihak yang dianggap terlibat dalam kasus tersebut.

“Kecewa karena KPK tidak hormati panggilan sidang, sekaligus membuktikan bahwa kasus Century tidak disentuh oleh KPK,” kata Boyamin, Selasa (13/08/2019).

Boyamin juga menganggap bahwa KPK sudah mengabaikan kasus Bank Century yang mengakibatkan negara rugi triliunan rupiah.

“Buktinya mereka tidak siap jawab, artinya KPK periode ini sudah melupakan Century,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, dalam permohonan gugatan praperadilan, Pihak turut termohon juga tidak hadir dalam persidangan. Adapun turut termohon I adalah Bareskrim Polri, turut termohon II Kejaksaan Agung, dan turut termohon III Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Persidangan ditunda 3 minggu hingga 2 September mendatang. Hakim memerintahkan agar pihak termohon kembali dipanggil.

Sementara itu, kuasa hukum MAKI, Rizky Dwi Cahyo Putra, mengaku objek gugatannya terkait sah-tidaknya penghentian penyidikan kasus Bank Century.

MAKI menganggap KPK tidak menjalankan putusan praperadilan PN Jaksel nomor 24/pid.prap/2018/pn.jkt.sel karena tidak melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, dan Raden Pardede, dkk.

“Inti permohonannya karena sampai sekarang dari putusan nomor 24 praperadilan kemarin kita menang bahwa itu kan diperintahkan hakim untuk segera melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penetapan tersangka terhadap orang-orang itu kan. Tapi sampai sekarang KPK ini hanya penyelidikan saja sampai sekarang,” kata Rizky di PN Jaksel, Senin (12/8/2019) kemarin.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer