Connect with us

Daerah

KPK Tegaskan Akan Usut Kasus Penyimpangan Petral

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan tetap mengusut kasus dugaan penyimpangan dalam PT Petral. Kendati demikian, dibutuhkan waktu agar kasus tersebut masuk dalam tahap penindakan.

“Menjabarkan hasil audit-audit menjadi sebuah kasus yang relevan dengan wewenang KPK tentu memerlukan waktu untuk masuk pintu ke penindakannya,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Minggu, (17/02/2109).

Saut mengatakan, KPK sudah menerima hasil audit forensi terhadap Petral, sebelum Petral resmi dibubarkan Presiden Jokowi tahun 2015 silam.

Hasil audit forensik terhadap Petral, anak usaha Pertamina, terkait pengadaan impor minyak mentah dan BBM yang berkedudukan di Singapura. Terdapat 3 poin utama hasil audit yang intinya ialah adanya pihak ketiga yang mengatur pengadaan minyak bumi dan BBM di Petral, sehingga impor minyak dan BBM yang dilakukan Pertamina menjadi tidak efisien lantaran ada ‘perantara’ yang mencari rente.

Saut mengatakan, KPK selalu punya komitmen dalam menyelesaikan kasus dugaan penyimpangan, termasuk Petral selama bukti yang dibutuhkan mencukupi. Terlebih KPK saat ini juga punya perhatian penuh pada sektor energi

“Komitmen KPK untuk menuntaskan ini sejalan dengan keinginan pemerintah dan KPK yang fokus pada sektor energi,” ucapnya.

Pada 2015, mantan Menteri ESDM Sudirman Said memang telah menyatakan hasil audit forensik terhadap anak Petral akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. Namun dia dan Menteri BUMN yang membawahkan PT Pertamina akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan KPK.

“Yang berkaitan dengan potensi pelanggaran, kalau memang ada itu nanti akan diserahkan pada aparat penegak hukum. Siapa saja (penegak hukumnya) nanti sedang dicari waktu bersama Menteri BUMN bersama timnya akan berkonsultasi dengan KPK bagaimana ke depan,” ujar Sudirman di gedung KPK, Jumat, (13/11/2015).

Kini, Sudirman, yang menjadi Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga, kembali mengungkit soal kasus Petral. Dia mengaku sempat diminta tak menindaklanjuti hasil audit itu ke KPK.

“Tadi saya cerita, saya mau menyampaikan laporan itu ke KPK, tapi malam sebelumnya saya dikasih pesan oleh seseorang bahwa Presiden menghendaki supaya ditunda dulu,” kata Sudirman Said di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Sabtu, (16/02/2019).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer