Connect with us

Daerah

KPK Sebut Uang Suap Bupati Jepara kepada Hakim Menggunakan Kotak Bandeng Presto

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua KPK, Basarian Panjaitan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi tersangka kasus dugaan suap kepada hakim Lasito, yang menangani perkara praperadilannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Ahmad diduga memberikan uang suap kepada Lasito dengan cara sembunyi-sembunyi.

Kasus yang menjerat Ahmad berawal saat ia menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan partai politik kepada DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah pada pertengahan tahun 2017.

Tak terima dengan penetapan tersangka itu, Ahmad mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang. Ahmad pun mendekati hakim Lasito melalui seorang panitera muda.

Akhirnya Lasito mencabut status tersangka Ahmad Marzuqi dan menganggapnya gugur demi hukum. Putusan ini sengaja dilakukan Lasito pasca meneruma imbalan atau hadiah dari Ahmad.

“Hakim tunggal (Lasito) memutuskan praperadilan yang diajukan AM dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka AM tidak sah dan batal demi hukum,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, (06/12/2018).

Basaria menyebut total pemberian suap dari Ahmad ke Lasito adalah Rp 700 juta. Pemberian itu dibagi menjadi dua tahap yaitu pertama dalam rupiah sebesar Rp 500 juta dan sisanya Rp 200 juta dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD).

“Diduga uang diserahkan ke rumah LAS (Lasito) di Solo dalam bungkus tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat,” ucap Basaria.

Baca Juga:  Bulan Puasa, Tiga Pria dan Satu Perempuan Esek-esek di Kamar Kos

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer