Connect with us

Daerah

KPK Ringkus Bos Mobil Mewah Usai Suap Pegawai Pajak Rp1,8 Miliar

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sekaligus menetapkan tersangka kepada Darwin Maspolin, komisaris sekaligus pemilik PT Wahana Auto Ekamarga.

PT Wahana Auto Ekamarga merupakan pemegang merek sejumlah mobil mewah seperti Jaguar, Bentley, Land Rover dan Mazda di Indonesia.

Suap yang diberikan Darwin kepada Tim Pemeriksa Pajak terkait penetapan nilai resitusi pajak WAE pada tahun 2015 dan 2016. Pada 2015 lalu, WAE mengajukan resitusi sebesar Rp 5,03 miliar.

“Tersangka DM, pemilik saham WAE diduga memberi suap sebesar Rp 1,8 miliar untuk YD, HS, JU dan MNF agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Kamis, (15/08/2019).

KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu Yul Dirga (YD) selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Kanwil Jakarta Khusus dan Hadi Sutrisno (HS) selaku Supervisor Tim Pemeriksa Pajak WAE. Kemudian Jumari (JU) selaku Ketua Tim Pemeriksa Pajak WAE dan M. Naim Fahmi (MNF) selaku Anggota Tim Pemeriksa Pajak WAE.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka HS menyampaikan kepada WAE bahwa hasil pemeriksaan bukan lebih bayar, melainkan kurang bayar,” kata Saut lagi.

“Namun, Tersangka HS menawarkan bantuan untuk menyetujui restitusi dengan imbalan di atas Rp 1 miliar,” sambungnya.

Darwin disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sementara empat tersangka lain yang menjadi pihak penerima, disangka melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer