Connect with us

Daerah

KPK Pastikan Uang Rp70 Juta yang Diterima Menag Bagian dari Perbuatan Korupsi

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin disebut menerima uang Rp70 juta dari terdakwa kasus jual beli jabatan di Kemenag, Haris Hasanuddin yang saat ini menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK, uang Rp70 juta yang diberikan Haris Hasanuddin diberikan secara bertahap, Rp50 juta dan Rp20 juta.

“Tentu saja kami menyebutnya sebagai dugaan perbuatan tindak pidana korupsi ya,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan singkat, Kamis, (30/05/2019).

Febri menegaskan, uang tersebut berbeda dengan yang disita penyidik KPK dari laci kerja Lukman Hakim Saifuddin beberapa waktu lalu.

“Itu sumber berbeda (dari laci kerja Lukman), Rp70 juta sudah diuraikan di persidangan, diduga diberikan oleh siapa dan untuk kepentingan apa,” kata Febri.

Febri memastikan, KPK akan membuktikan satu persatu dakwaan yang dibacakan jaksa dalam persidangan. Termasuk, pemberian uang kepada Lukman dan mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy atau Rommy.

“Nanti akan dibuktikan satu persatu poin-poin dakwaan tersebut, dengan fokus untuk membuktikan perbuatan dua orang terdakwa ini (Haris dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi),” ucapnya.

KPK, kata Febri, akan mempelajari semua dugaan itu. Tidak tertutup kemungkinan akan dikembangkan lebih lanjut. Lukman diduga menerima aliran uang dari sejumlah pihak terkait proses seleksi jabatan di Kemenag. Penerimaan uang ini diakui Lukman dan sudah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK.

Dugaan Lukman menerima aliran suap ini pertama kali mencuat setelah penyidik menyita uang sebesar Rp180 juta dan 30 ribu dollar AS dari ruang kerja Lukman. Uang itu dipastikan KPK berkaitan dengan perkara.

Dalam kasus ini, Haris dan Muafaq diduga telah menyuap Romi. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.

Baca Juga:  Ini Alasan Suami Tega Jual Istrinya Rp1,5 Juta untuk Sekali Hubungan Seks

Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer