Connect with us

Daerah

KPK Minta PNS Terlibat Korupsi Segera Dipecat: Jangan Tunggu Sampai Ribuan

JARRAK.ID

Published

on

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak terkait untuk segera memecat pada PNS yang terlibat korupsi.

KPK meminta agar pemecatan PNS tidak perlu menunggu jumlahnya sampai ribuan.

“Para PPK, termasuk Kepala Daerah yang paling mengetahui apa yang terjadi pada pegawai di lingkungannya agar membangun sistem pelaporan sehingga tindakan hukum yang dilakukan tidak harus menunggu hingga ribuan ASN belum diberhentikan seperti saat ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat, (14/09/2018).

Febri menegaskan hal itu mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara tentang penegakan hukum bagi PNS terbukti korupsi. Lewat SKB itu, pemecatan para PNS yang sudah inkrah putusan hukumnya paling lama dilakukan pada Desember 2018.

“Kami harap tidak ada keraguan lagi untuk menerapkan aturan hukum tersebut,” ucap Febri.

Mendagri Tjahjo Kumolo juga meminta agar PNS yang terlibat korupsi segera dipecat paling lambat akhir tahun ini.

Awalnya Tjahjo menindaklanjuti pertemuan di KPK dengan menerbitkan surat edaran nomor 180/6867/SJ yang intinya memberhentikan dengan tidak hormat PNS yang terbukti korupsi dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Kemudian hal tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Tjahjo dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Baca Juga:  Kasus Video Porno Ariel, Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari Dipraperadilankan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer