Connect with us

Daerah

KPK dalami Aliran Uang Suap ke Anggota DPRD Kalteng dalam Kasus Limbah Sawit

JARRAK.ID

Published

on

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa empat saksi dalam kasus dugaan suap fungsi pengawasan limbah sawit di Kalimantan Tengah (Kaltim). KPK juga mendalami peran Edy Sapurta Suradja yang sebelumnya sudah resmi jadi tersangka.

“Penyidik masih terus mendalami terkait pemberian kepada para anggota DPRD dalam perkara ini dan peran tersangka ESS sebagai Direktur PT BAP atau Wadirut PT SMART dalam perkara ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu, (05/12/2018).

Keempat saksi yang diperiksa hari ini adalah Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri dan Kabid Pemantauan Lingkungan Arianto. Dua saksi lain yang dipanggil untuk tersangka Edy adalah Direktur PT Smart tbk Jo Daud Dharsono dan anggota tim ahli DPRD Kalteng Nicko Haryadi.

KPK juga menetapkan 4 anggota DPRD Kalteng sebagai tersangka dalam perkasa. Mereka adalah Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan, serta dua anggota Komisi B DPRD, yakni Arisavanah dan Edy Rosada. Mereka diduga menerima uang Rp240 juta dari PT BAP terkait tugas dan fungsi pengawasan Komisi D DPRD Kalteng agar mengurungkan rencana Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan karena limbah sawit.

KPK juga menetapkan 3 tersangka dari unsur swasta yang diduga sebagai pemberi suap. Ketiganya adalah Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) atau Wadirut PT SMART (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Edy Sapurta Suradja, CEO PT BAP wilayah Kalimantan Tengah bagian utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaidy.

Baca Juga:  KPK Resmi Tetapkan Adik Ketua MPR Tersangka Pencucian Uang

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer