Connect with us

Daerah

KPK Cecar Boediono Seputar Fakta Persidangan Skandal Bank Century

JARRAK.ID

Published

on

Mantan Wakil Presiden, Boediono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan mantan Wakil Presiden (Wapres) Boediono dalam penyelidikan skandal bailout Bank Centery. KPK membutuhkan keterangan Boediono berkaitan dengan fakta-fakta persidangan terdakwa Budi Mulya tempo itu

“Terkait fakta-fakta di sidang. Terkait persidangan dengan terdakwa Budi Mulya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis, (15/11/2018).

KPK tetap akan melanjutkan penanganan kasus Bank Century dengan menganalisis dakta-fakta dalam persidangan. KPK juga sedang menganalisis berbagai dokumen dalam rangka mencari bukti tindak pidana korupsi lainnya dalam skandal Bank Century.

Adapun yang dianalisis KPK antara lain pemberian FPJP, PMS, dan proses merger bank. KPK juga telah membentuk tim khusus untuk menangani perkara ini.

Sementara itu, Budi Mulya merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dalam perkara ini, Budi Mulya sudah divonis 10 tahun penjara karena secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam proses pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penentuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Majelis hakim menilai perbuatan Budi Mulya dan sejumlah orang lainnya telah merugikan keuangan negara Rp 689,894 miliar dalam pemberian FPJP dan penyertaan modal sementara (PMS) dua tahap, yakni Rp 6,7 triliun dan Rp 1,250 triliun, sehingga total dana yang digelontorkan untuk penyelamatan Century mencapai Rp 8,012 triliun.

Sedangkan di tingkat kasasi, Budi Mulya diperberat hukumannya menjadi 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga:  Lanjutkan Kasus Skandal BLBI, KPK Tambah Penyidik Baru dari Polri

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer