Connect with us

Daerah

KPK Akan Usut Dugaan Suap Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan mengusut dugaan suap dalam pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon.

KPK juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila memang mengetahui ada dugaan suap dalam pemilihan tersebut.

“Silakan warga negara untuk melaporkan jika dalam penentuan calon Wakil Walikota Cilegon beraroma suap. KPK akan mendalami setiap laporan dari warga negara jika sesuai bukti awal yang dimilikinya. Kami akan dalami. Selanjutnya, kami akan terjunkan tim ke Cilegon jika ada indikasi suap,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Selasa, (28/05/2019).

Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon dilakukan melalui mekanisme voting dalam sidang paripurna DPRD Kota Cilegon pada 12 April 2019.

Ratu Ati mengalahkan rivalnya dari PDIP, Reno Yanuar yang meraih 8 suara. Ratu Ati yang juga eks Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu meraih 28 suara. Pemilihan Wakil Walkot diikuti 34 anggota DPRD Cilegon. Mereka menggunakan hak suaranya dalam pemilihan itu.

PDIP merupakan partai pengusung calon walikota dan wakil walikota 2016-2021 yakni Iman Ariyadi dan Edi Ariadi. Keduanya diusung Golkar dan PDI-Perjuangan saat pilkada 2015. Edi naik menjadi Wali Kota Cilegon sisa masa jabatan 2016-2021 menggantikan Tubagus Iman Ariyadi yang saat ini berstatus narapidana karena tersangkut masalah hukum.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Penyebar Hoaks Aksi Kerusuhan di Depan Gedung MK

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer