Connect with us

Daerah

KPK Akan Telusuri Dugaan Aliran Uang Suap Kepada Politikus PKS Nasir Djamil

JARRAK.ID

Published

on

Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dan menelusuri dugaan aliran uang suap kepada politikus PKS, Nasir Djamil sebagaimana muncul dalam kesaksian Direktur PT Kenpura Alam Nagro, Dedi Mulyadi dalam persidangan kasus suap Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf. Uang yang diduga diterima Nasir Djamil sebesar Rp1 miliar.

KPK juga akan menjerat Nasir Djamil jika memang terbukti ikut menerima suap dari Irwandi Yusuf.

“Karena ini fakta persidangan, sama seperti kasus-kasus yang lain. Tentu JPU (jaksa penuntut umum) akan menganalisis terlebih dahulu,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa, (12/02/2019).

“Dia (Nasir Djamil) anggota DPR RI. Tapi dia tidak tahu apa-apa, yang menawarkan kerjaan si Rizal. Uang diserahkan ke Rizal,” ucap Dedi kepada Jaksa Penuntut Umum pada KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, (11/02/2019).

Sebelumnya, Irwandi Yusuf didakwa menerima suap Rp1,05 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Suap tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Sebelumnya, Ahmadi mengusulkan kontraktor yang akan mengerjakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bener Meriah.

Proyek itu akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2018. DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sebesar Rp108 miliar.

Baca Juga:  Mengharukan, Ketua Demokrat Bali Beri Bantuan Hukum Defabel yang Tanahnya Dirampas

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer