Connect with us

Mancanegara

Kosovo Peringati Satu Dekade Kemerdekaannya dari Serbia

JARRAK.ID

Published

on

PRISTINA – JARRAK.ID – Rakyat Kosovo diberitakan menggelar perayaan satu dekade kemerdekaan dari Serbia selama dua hari. Perayaan dimulai pada Sabtu (17/02/18) disusul upacara kemerdekaan berlangsung pada Minggu (18/02/18).

Momen perayaan ini menjadi kebanggan tersendiri bagi mayoritas etnik Albania, meskipun kedaulatan di negara tersebut masih dipermasalahkan oleh Serbia. Rakyat dan pemerintah menyambut baik perayaan tersebut, dan warna biru-kuning bendera nasional Kosovo menyelimuti Pristina, Ibu Kota Kosovo, Sabtu (17/02).

“Inilah momen paling membahagiakan bagi kita semua sebagai masyarakat,” kata Presiden Kosovo, Hashim Thaci, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Jumat (16/02/2018).

Dalam momen peringatan ini, usia anak-anak sekolah di Kosovo memulai hari dengan pelajaran mengenai perang serta kemerdekaan.

Seperti diketahui, lebih dari satu dekade lalu, perang antara pemberontak etnik Albania Kosovo melawan tentara Serbia yang menewaskan 13.000 orang, sebagian besar dari rakyat Albania.

Rakyat Kosovo yang mayoritas Muslim tersebut mengumumkan kemerdekaanya dari Serbia pertama kali pada 17 Februari 2008. Rakyat Kosovo masih mengingat sembilan tahun setelah NATO melakukan serangan udara 78 hari melawan Serbia untuk menghentikan tindakan keras terhadap etnis Albania.

Sementara itu, dalam nuansa perayaan kemerdekaan ini, sekitara 300 orang lebih turun ke jalan di Ibu Kota Serbia, Boegrad, menentang kemerdekaan Kosovo. Ada protes keras dan kampanye yang bertindak anarkis.

Para pemrotes menyanyikan lagu-lagu patriotik tentang Kosovo dan memegang bendera Serbia serta bendera raksasa Kosovo yang bertuliskan Tidak Menyerah di atasnya. Mereka meneriakkan “Kosovo adalah jantung Serbia” berulang-ulang.

Saat ini kemerdekaan Kosovo telah diakui oleh 117 negara, termasuk Amerika Serikat dan sebagian besar negara-negara anggota Uni Eropa (UE).

Lima dari 28 negara anggota UE, yaitu Spanyol, Slowakia, Siprus, Rumania, dan Yunani, belum mengakui kemerdekaan Kosovo dari Serbia. Serbia masih melihat Kosovo sebagai bagian dari wilayahnya dan sampai saat ini masih mendapat dukungan penuh dari Rusia dan Cina.

Baca Juga:  Rayakan Kemerdekaan Ke- 73 Tahun, Begini Pesan Jokowi untuk Rakyat Indonesia

Dalam banyak keterangan disebut, rata-rata beberapa negara menolak kemerdekaan Kosovo karena hak vetonya di Dewan Keamanan PBB mencegah Kosovo bergabung dengan PBB.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer