Connect with us

Mancanegara

Korut Bantah Pasok Senjata Kimia ke Suriah

JARRAK.ID

Published

on

PYONG YANG – JARRAK.ID – Korea Utara dituding mengirim peralatan yang dapat digunakan dalam produksi senjata kimia ke Suriah. Bahan baku yang dikirimkan termasuk pipa, katup, serta ubin keramik tahan asam.

Material lainnya yaitu ubin keramik tahan panas serta termometer dan katup tahan korosi. Ubin keramik tersebut dikabarkan digunakan dalam pembangunan fasilitas pembuatan senjata kimia.

Berdasarkan laporan dari The New York Times, yang dilansir Rabu, (28/03/18), tuduhan itu muncul setelah adanya beberapa laporan itu muncul setelah adanya beberapa laporan mengenai penggunaan gas klorin oleh militer Suriah.

Sementara itu, rezim Kim Jong-un membantah laporan bahwa Korea (Korut) bekerja sama dengan rezim Suriah untuk memasok senjata kimia. Pyongyang menganggap laporan dari PBB itu merupakan rekayasa Amerika Serikat (AS).

Kantor berita Negara Korut, KCNA, mengutip seorang juru bicara di lembaga penelitian kementrian luar negeri untuk Amerika, mengatakan bahwa AS membuat argumen yang tidak masuk akal dengan menuduh Suriah untuk memproduksi senjata kimia.

“Seperti yang telah kami katakan dengan jelas beberapa kali, republik kami tidak mengembangkan, memproduksi dan menimbun senjata kimia dan menentang senjata kimia seperti itu,” kata juru bicara itu kepada KCNA tanpa disebutkan namanya, yang dilansir Reuters, Jumat (02/03/18).

Robert Wood, Duta Besar Pelucutan Senjata Amerika Serikat untuk Konferensi Pelucutan Senjata PBB, mengatakan pada hari Rabu bahwa telah ada sejarah hubungan antara kedua negara tersebut terkait dnegan aktivitas rudal dan komponen senjata kimia.

Wall Street Journal mengungkapkan pengiriman dilakukan sebanyak lima kali melalui perusahaan perdagangan China pada akhir tahun 2016 dan awal 2017. Namun, jumlah pengiriman yang telah dilakukan diyakini lebih banyak lagi dan telah berlangsung selama beberapa tahun.

Baca Juga:  Inggris Usir 23 Diplomat Rusia Gara-Gara Skandal Pembunuhan Sergei Skripal

Pembayarannya dilakukan oleh Scientific Studies and Research Center (SSRC), sebuah badan pemerintah Suriah, melalui sejumlah perusahaan.

Sementara itu, pemerintah Suriah membantah penggunaan senjata kimia dalam perang yang sedang berlangsung di negara itu. Negara Timur Tengah tersebut menyatakan satu-satunya perwakilan Korut di Suriah adalah pelatih olah raga dan atlet.

Organisation for the Prohibition if Chemical Weapons (OPCW) mengatakan gas sarin, yang menyerang syaraf manusia, digunakan di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, pada April 2018. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 80 orang.

Serangan gas klorin juga baru-baru ini terjadi di Ghouta Timur, yang menjadi basis pertahanan terakhir kelompok pemberontak.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer