Connect with us

Berita

KORUPSI: WARGA TIGAWASA NGLURUG POLRES BULELENG, DESAK TUNTAS KASUS DANA DESA

JARRAK.ID

Published

on

Foto Jarrak.id/Francelino: Proyek senderan jalan yang gagal

SINGARAJA-JARRAK.ID – Puluhan warga Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (14/7/2020) siang turun ke Kota Singaraja. Mereka nglurug Kantor Polres Buleleng dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Massa ke Polres Buleleng dengan tujuan mendesak korps “baju coklat” itu untuk menuntas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran dana desa di Desa Tigawasa yang dilaksanakan oleh PKA Kasi Kesra dana desa. Penyalahgunaan dana desa itu terjadi tahun 2019 lalu .

Sayang, ada dugaan kasus tersebut sengaja “digoreng” di Tipikor Satreskrim Polres Buleleng. Sebagai bukti hingga massa turun mengepung Polres Buleleng pun tidak ada penjelasan yang memuaskan tentang tindak lanjut penanganan tindak pidana korupsi tersebut.

Bagaimana kisah miris penggunaan dana des aitu? Jubir massa, Putu Raja menyatakan pihaknya sangat tidak puas dengan kinerja Unit Tipikor Polres Buleleng. Dia mengeluhkan kasus ini sangat lambat ditangani dan berlarut-larut tidak ada kejelasan.

“Kami sudah tanya itu ke Unit Tipikor dan petugas yang menangani katanya sudah semaksimal mungkin berusaha memproses masalah kasus tersebut. Ada apa ini, kok bisa. Proyek semestinya tuntas tahun 2019 dengan anggaran bersumber dari APBDes tahun 2019 lalu,” ujarnya.

Akibat ulah penyidik Tipikor Polres Buleleng yang “menggoreng” kasus tersebut, maka maa pun berencana mencabut laporan. Namun Polres menyarankan untuk menunggu. “Kami tetap berencana mencabut laporan,” tandas Putu Raja.

Kasus ini bermula kala Pemdes Tigawasa berencana membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan di salah satu desa baliaga itu. Yakni pengerjaan fisik penyenderan jalan dan pengerjaan bak penampungan air minum di tiga lokasi atau di tiga banjar dinas setempat.

Foto Jarrak.id/Francelino: Massa demo di Kejari Buleleng

Masing-masing proyek pembangunan dengan floting anggaran sesuai RAB sebesar Rp Rp 245,705,751.70 juta untuk penyenderan jalan sepanjang 87 meter. Kemudian Rp 210 juta untuk pembangunan bak penampungan air di tiga lokasi di Banjar Dinas Konci, Banjar Dinas Pangus Sari dan Banjar Dinas Uma Sendi yang dilaksanakan oleh PKA Kasi Kesra.

Dalam kasus ini kendati resmi ditangani kasus oleh Unit Tipikor Polres Buleleng. Namun proyek yang sebelumnya mangkrak dan harus selesaikan dikerjakan pada tahun 2019. Malah dari pihak desa selaku penanggung jawab proyek melanjutkan pekerjaan proyek bulan Juli tahun 2020.

Usai bertemu Kanit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng, massa pun menuju Kejari Buleleng di Jalan Dewi Sartika Selatan. Massa diterima langsung Kasi Intel Agung Jalantara. “Kami telaah laporan tersebut, nantinya akan berkoordinasi dengan Tipikor Polres sudah sejauh mana penangananya yang dilakukan Polres karena banyak pengaduanya . Jika nanti Polres sudah mengeluarkan surat nanti tindakan hukumnya kita selesaikan disana dan hasil koordinasi itu yang akan kita sampaikan,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Agung Jalantara.

Sementara di tempat terpisah, Inspektor Kabupaten Buleleng Putu Yasa mengaku, dirinya sudah mendengar kabar buruk itu, hanya saja ia belum menerima pelimpahannya. ”Kami sudah dengar itu cuman belum ada pelimpahan dari Tipikor tetapi informasinya sudah ada pengembalian barang bukti,”ujar Putu Yasa.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer