Connect with us

Bisnis

Komitmen Petronas Selesaikan Perkara Gas PGN

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA- JARRAK.ID- Berdasarkan keterangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), pengelola Lapangan Kepodang Blok Muriah PT Petronas Carigali Muriah Ltd dituntut untuk menyelesaikan  perkara dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Salah satu Anggota Komite BPH Migas, Jugi Prajogio, mengungkapkan bahwa Petronas akhirnya menyatakan komitmen untuk melunasi tagihan volume minimal penyaluran gas (ship or pay) yang dialirkan melalui pipa PT Kalimantan Jawa Gas (KJG)

Jugi menjelaskan, pernyataan tersebut diterima saat menghadiri pertemuan Petronas dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Thahar di Kementerian ESDM pada Kamis (15/2/2018) lalu.

“Dalam pertemuan dengan Pak Wamen, Arcandra Tahar, secara eksplisit Petronas menyatakan akan menyelesaikan ship or pay karena ship or pay merupakan bagian dari Gas Transfer Agreement,” ungkap Jugi di Gedung Majelis Perwakilan  Rakyat (MPR), Senin (19/2/2018).

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai opsi penggantian pasokan gas kepodang dengan LNG. Sayangnya Jugi tidak merinci lebih jauh karena terkait wewenag BPH Megas.

Dalam pertemuan terpisah, Choutry Chairman Petronas Indonesia Mohamad Zaini Md Noor hanya merespon singkat terkait pembayaran ship or pay. Namun pihaknya membenarkan bahwa akan mengganti pasokan gas Kepodang dengan LNG, meski lagi-lagi tidak diperinci dengan jelas.

“Insya Allah (akan diganti LNG),” papar Mohamad di kantor Kementerian ESDM.

Kewajiban ganti rugi itu dikarenakan tidak terpenuhinya kuota volume minimal penyaluran gas lewat pipa transmisi Kepodang-Tambak Lorok milik KJG yang 80 persen sahmnya dikuasai PGN.

Adapun total kewajiban yang harus dilunasi kepada PGN, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Teknik dan Infrastruktur PGN Dilo Seno Widagdo, adalah sebesar US$8,8 juta pada tahun 2016 dan US$21,5 juta pada tahun 2017.

Seharusnya volume gas yang harus dialirkan sesuai dengan Gas Transfer Agreement, pada tahun 2015-2019 berjumlah 104 juta kaki kubik perhari (MMSCFD). Namun yang terjadi, di tahun 2015 yang terealisasi hanya berkisar 86,06 MMSCFD, di tahun 2016 hanya terealisasi 86,06 MMSCFD, sedangkan di tahun 2017 hanya 75,64 MMSCFD.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer