Klaster Lintas Daerah, Mendominasi Sebaran Covid-19 Di Pacitan

2 min read
Pacitan,www.jarrak.id- Transmisi lintas daerah, sepertinya masih mendominasi sebaran covid-19 di Kabupaten Pacitan. Utamanya, Surabaya dan Jakarta.
Sebaran itu terbawa oleh penduduk lokal yang selama ini bekerja diluar daerah, dan pulang kampung dengan membawa virus SARS-CoV-2. “Ini patut selalu diwaspadai. Apalagi saat ini jumlah orang tanpa gejala (OTG) juga tidak sedikit. Yang membahayakan penularan adalah para OTG. Makanya hal ini menjadi perhatian khusus gugus tugas untuk mempertegas dalam meningkatkan disiplin masyarakat,” ujar juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, melalui jaringan pribadi (japri) aplikasi chating WhatsApp, Ahad (28/6).
Ia menegaskan, titik perhatian harus lebih diutamakan pada daerah yang rawan penularan. Yaitu tempat-tempat atau sarana umum. Seperti pasar tradisional, tempat wisata, restauran, warung, cafe serta kendaraan umum.
Guna nengeleminir penularan maka pemakaian masker hukumnya adalah wajib. Gugus tugas harus berani mendisiplinkan masyarakat yang tidak bermasker saat keluar rumah.
Disamping harus selalu jaga jarak bila berinteraksi sosial, serta sering cuci tangan pakai sabun (CTPS). “Gugus tugas harus lebih berani mengeluarkan surat edaran kepada pimpinan wilayah termasuk para ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat agar melaporkan setiap pendatang utamanya dari zona merah kepada petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan tracing maupun rapit atau PCR test untuk penegakan covid 19,” tegas dia.
Tentunya untuk melaksanakan hal tersebut, dibutuhkan alokasi anggaran tak sedikit. Tapi mengingat pertambahan pasien covid-19 conform terus merangkak, langkah tersebut layak untuk dipertimbangkan. “Sebab data transmisi antar daerah atau kasus impor sudah cukup signifikan,” tandas Rachmad.
Sementara itu sekedar informasi, bahwa saat ini jumlah pasien covid-19 conform asal klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tercatat sebanyak 5 orang dan sudah sembuh semua. Kemudian dari klaster Pondok Pesantren Al-Fatah Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, sebanyak 10 orang, sembuh 4 pasien. Kemudian dari klaster PLTU, sebanyak 3 orang, meninggal 1 orang. Dan klaster lainnya, 6 orang, sembuh 2 orang. (yun).