Connect with us

Berita

Ketua Projo Pacitan : Koalisi Golkar-Demokrat Di Pilbup 2020, Ibarat Jauh Panggang Dari Api

JARRAK.ID

Published

on

Pacitan,www.jarrak.id- Ketua organisasi massa Pro Jokowi (Projo) Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon, kembali angkat bicara seputar Pilbup 2020.

John yang juga sebagai pengamat politik lokal ini mengingatkan, agar masyarakat tidak terkecoh dengan agenda silaturahmi yang dilakukan para elite parpol di level pusat.

Dia lantas menyebut, terkait kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) ke Ketua Umum, DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, belum lama ini. “Jangan dimaknai itu sebagai embrio koalisi. Sekalipun duet Golkar dan Demokrat sampat mewacana di Pilbup Pacitan. Saya berpendapat, masyarakat jangan mudah terkecoh dengan fragmentasi politik para elite tersebut,” kata John yang saat itu tengah berada di Tangerang dalam rangka mempersiapkan putri bungsunya, Lintang l f Marhensha, yang hendak melanjutkan pendidikan ke salah satu perguruan tinggi ternama, Binus Alam Sutra, Ahad (5/7).

Menurut John, paradigma semacam itu sempat terjadi, beberapa waktu lalu usai wafatnya Ani Kristiani Yudhoyono, istri dari Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dimana ketika itu, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) bersama AHY menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya, Lenteng Agung, Jakarta.

“Saat itu jagad politik tanah air sempat gaduh. Mereka memprediksi, PDIP dan Demokrat akan mengakhiri perseteruannya dan menjalin koalisi di Pilpres 2019. Akan tetapi fakta politik yang terjadi, Demokrat tetap tidak mendapatkan tempat, bahkan berseberangan dengan PDIP di Pilpres,” jelas mantan anggota DPRD masa bakti 1999-2004 ini.

Karena itulah, masyarakat harus jeli dan peka dengan dinamika yang saat ini tengah terjadi di pusat. Aksi saling kunjung kedua petinggi partai politik di tanah air tersebut, tidak serta merta akan berakhir “di pelaminan koalisi”. “Ibarat jauh panggang dari api. Jadi jangan diartikan hitam-putih, bisa juga tidak seperti itu (koalisi Golkar dan Demokrat). Karena itu, kami harap masyarakat lebih peka dalam mengamati perkembangan yang tengah atau akan terjadi di perhelatan Pilbup mendatang. Bisa juga itu dimanfaatkan oleh Demokrat untuk bermanuver,” tuturnya.

Lebih lanjut, John mengatakan, bahwa selama ini napak tilas sejarah perjalanan perpolitikan tanah air, Partai Golkar seakan memiliki karakter yang sangat spesifik. Golkar, lanjut John, selalu bermitra dengan partai penguasa.

Sehingga kecil kemungkinan, kalau partai berlambang pohon beringin tersebut, hendak melakukan kemitraan politik dengan partai yang perlahan mulai meredup, lantaran banyaknya dugaan kasus-kasus korupsi yang sampai detik ini tak kunjung ada kejelasan. “Seperti kasus Century, skandal wisma atlet misalnya, sampai detik ini tak kunjung ada kejelasan. Sejarah inilah yang menurut saya, sebagai dasar pemikiran untuk menyatakan tidak mungkin terjadi koalisi. Termasuk di perhelatan Pilbup nanti,” beber John Vera.

Justru sebaliknya, ia memberikan estimasi kalau Partai Golkar tetap akan menjadi rival dari Demokrat, diperhelatan Pilbup mendatang. “Demokrat akan mengusung satu paket pasangan calon sendiri, tanpa bermitra dengan partai politik apapun. Kalaupun terjalin koalisi, kemungkinan antara Golkar, PDIP, PKB, dan Nasdem, serta parpol lain yang ingin melakukan perubahan total sesuai program nawacita yang dicanangkan Presiden Jokowi,” tandasnya. (yun).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer