Connect with us

Politik

Ketua ISIS Indonesia Dituntut Hukuman Mati

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA JARRAK.ID – Terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum. Aman diangap memenuhi seluruh dakwaan yang disusun JPU, yakni dakwaan kesatu primer dan dakwaan kedua primer.

Seperti ditulis VIVA, dakwaan kesatu primer yakni Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan kesatu primer.

Kemudian, dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Pengacara Aman, Asrudin Hatjani, menyebut tuntutan hukuman mati jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kliennya adalah hal yang tak bijaksana.

Asrudin menilai, apa yang dituangkan JPU dalam tuntutannya tidak sesuai fakta persidangan. Bagi dia, kliennya sama sekali tak ada hubungannya dengan aksi teror bom Thamrin, begitu juga beberapa aksi teror bom lain yang disebut JPU dalam tuntutannya.

“Kalau merunut fakta yang terungkap di persidangan, maka tidak ada satu pun saksi atau bukti yang bisa menjerat Ustaz Aman terhadap atau kaitannya dengan bom Thamrin, Kampung Melayu, dan bom di Samarinda. Semuanya hanya dikaitkan oleh JPU,” kata dia di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Asrudin melanjutkan, pihaknya segera menyusun pembelaan atau pledoi guna dibacakan pada sidang lanjutan. Asrudin menyayangkan tuntutan JPU yang menyebut bahwa tak ada hal meringankan yang dilakukan kliennya.

Asrudin menilai, sikap kliennya selama persidangan adalah salah satu hal yang meringankan. Kliennya tak pernah mempersulit jalannya persidangan.

Karena itu, Asrudin akan menyiapkan materi pembelaan sesuai fakta hukumnya yang terungkap di persidangan. Antara lain bahwa Aman Abdurrahman benar mempunyai paham daulah, dan percaya terhadap adanya khilafah.

Baca Juga:  Ternyata, Ketua ISIS Indonesia Ditahan di Rutan Mako Brimob

“Khilafah ini dia yakini dan dia lakukan tausiah untuk menyebarkan khilafah ini. Ia tak pernah menganjurkan adanya amaliah. Itu yang bisa kami lihat di fakta yang terungkap di persidangan,” katanya.

Dalam perkara iotu, Aman didakwa sebagai aktor intelektual lima kasus teror, yaitu bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 2016, dan bom Thamrin (2016). Selain itu, Aman terkait bom Kampung Melayu (2017) di Jakarta, serta dua penembakan polisi di Medan dan Bima (2017). Dia terancam pidana penjara lebih dari 15 tahun atau hukuman mati.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer