KETUA FORUM BELA NEGARA (FBN RI) PROVINSI MALUKU, Mengecam Aksi Pembantaian Warga Di Posso

3 min read

Poso, Jarrak.id | Pada hari Sabtu 20 November 2020 lalu, Empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah diduga menjadi korban pembunuhan dari sekelompok orang tidak di kenal.

Para korban dieksekusi langsung tanpa ampun.
Polisi menyatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menyebarkan teror di masyarakat.

“Aksi pembunuhan sadis ini membuat teror kepada masyarakat sehingga membuat situasi menjadi tidak kondusip untuk menakut-nakuti masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Didik Suparnoto saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11).

Pembunuhan 4 Warga Desa di Sigi sangat mengganggu fiskis masyarakat setempat sehingga dapat membuat perpecahan antara sesama anak bangsa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pembunuhan itu pertama kali dilaporkan oleh Ulin, seorang saksi yang juga merupakan anak dari korban.

Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di kediaman korban di Dusun ST 2 Lewono. Kala itu, sekelompok orang sempat menyandera ayah dan ibu Ulin, Yasa dan Nei. Kemudian Ulin dan suaminya, Pino.

Berdasarkan informasi tersebut maka Forum Bela Negara Provinsi Maluku dengan ini mengutuk keras pelaku pembunuhan Warga desa lembontonga kabupaten Sigi Sulawesi tengah, karena pembunuhan ini sangat tidak manusiawi dan tidak mencerminkan 4 Konsensus Dasar Negara Republik Indonesia yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI

Saya Pati Talohu ketua FORUM BELA NEGARA PROVINSI MALUKU Meminta aparat kepolisian dengan tegas dapat mengungkap pelaku pembunuhan dan mengadilinya dengan seadil-adilnya sesuai dengan hukum positif yg berlaku di NRI, agar dapat memberikan kepercayaan dan kapasitan hukum kepada masyarakat setempat serta memberikan rasa aman kepada warga untuk kembali melakukan aktifitasnya seperti sediakala tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Saya ketua FORUM BELA NEGARA PROVINSI MALUKU mengharapkan bahwa hukum di negara ini harus menjadi panglima dan berlaku kepada siapa saja yg telah melanggar dan melakukan tindak kejahatan baik yg ringan, sedang maupun yang paling berat, kalaupun ada aktor intelektual di balik kejadian ini maka pihak kepolisian harus tetap semangat untuk mampu mengungkapkan di mata publik dan hukum.

Sehingga kesadaran berbangsa dan bernegara terus terwujud di seluruh penjuru Indonesia dari Sabang Sampai Merauke

FBN PROVINSI MALUKU Sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini dimana Kelompok yg melakukan pembantaian tidak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di Depan publik dan hukum, padahal sudah jelas bahwa pembantaian warga adalah sebuah perbuatan yang tidak terpuji berdasarkan 4 Konsensus Dasar Negara Indonesia.

Kami berharap warga setempat dapat memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk dapat memproses kejadian tersebut sesuai aturan hukum positif di negara kita sehingga pihak – pihak yg bertikai tetap menahan diri agar setiap kejadian dapat di selesaikan dengan seadil-adilnya.

Kita adalah saudara sekandung ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia, mari kita rawat dan kita jaga kedamaian dalam bingkai kebhinekaan Tunggal Ika artinya berbeda-beda tapi kita tetap Satu jua

Demikian apa yg perlu kami Forum Bela Negara Provinsi Maluku Sampaikan demi kepentingan NKRI tetap utuh dan solid dalam merawat dan menjaganya berdasarkan 4 Konsensus Dasar Negara Indonesia yakni UUD 1945, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA DAN NKRI. (L89)

Editor: GR