Connect with us

Daerah

Kemenpora Mengaku Belum Terima Uang Rp2 Miliar, Ini Kata Ketum Pemuda Muhammadiyah

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Doc. Net)

BANTUL – JARRAK.ID – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya sudah mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kemenpora, menyusul polemik soal dana Kemah Pemuda Islam. Menurut Dahnil, pengembalian itu dalam bentuk cek.

Demikian disampaikan Dahnil merespon pernyataan pihak Kemenpora, yang mengaku belum menerima uang Rp2 miliar sebagai disampaikan Pemuda Muhammadiyah.

“Kami sudah kirim cek ya,” jelasnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu, (28/11/2018).

Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Infannusir Rahman juga mengatakan jika uang Rp2 miliar sudah selesai diserahkan kepada Kemenpora.

“Kita sudah mengembalikan untuk diproses. Saya yang mengantar ke Kemenpora itu berupa cek,” tuturnya.

Menurut Infannusir, selain cek juga disertakan surat pengantar guna memproses pengembalian uang tersebut.

“Pengembalian (dana Rp 2 miliar) ke negara itukan juga pakai proses, kan enggak langsung masuk dia (Kemenpora) kan. Yang jelas saya yang mengantar cek dan surat pengembalian Rp 2 miliar itu ke Kemenpora. Jadi gitu ya,” tegas Infannusir.

Sebelumnya Sekretaris Kemenpora, Gatot Dewa S Broto menampik pihaknya sudah menerima uang Rp2 miliar dari Kemenpora.

“Belum ada, baru saya cek, kontak PPK-nya, pejabat pembuat komitmennya, yang membuat perjanjian dengan Pak Fanani itu,” tuturnya.

Gatot mengaku tidak tahu ke mana Pemuda Muhammadiyah mengirimkan uang Rp 2 miliar itu. Menurut dia, pengembalian uang kepada lembaga negara mempunyai aturan tersendiri.

Baca Juga:  15 Menteri Jadi Timses Jokowi, Jubir Prabowo: Belajarlah dari Mahfud MD dan Din Syamsuddin

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer