Connect with us

Politik

Kemenkumhan Izinkan 2019 Prabowo Presuden, Yasonna: Itu Penyiasatan!

JARRAK.ID

Published

on

Menkumham, Yasonna H Laoly (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menkumham, Yasonna H Laoly angkat bicara soal beredarnya surat keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan tagar 2019 Prabowo Presiden.

Yasonna menegaskan bahwa Kemenkumham tidak pernah mengeluarkan surat dengan tagar tersebut.

“Tentang #2019PrabowoPresiden yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini yang dinyatakan telah terdaftar di Ditjend AHU Kemenkumham. Perlu kami tegaskan bahwa #2019PrabowoPresiden tidak benar terdaftar di Kemenkumham,” ujar Yasonna dalam keterangan tertulisnya, Senin, (10/09/2018).

Yasonna menegaskan pihaknya tak pernah mengesahkan berdirinya perkumpulan yang menggunakan nama dukungan kepada bakal capres Prabowo Subianto. Ia pun menyebut surat tersebut bentuk penyiasatan.

“Itu penyiasatan! Saya mengatakan itu penyiasatan,” katanya.

Yasonna menjelaskan alasannya menyebut surat bernomor AHU-0010834.AH.01.07.TAHUN 2018 itu sebagai penyiasatan. Sebab, badan hukum tersebut didaftarkan menggunakan nama tagar prabowo presi (spasi) den.

Hal itu, pun membuat sistem AHU online menerima pendaftaran tersebut. Padahal, pada pasal 59 ayat 1 UU Nomor 16 tahun 2017 tentang Penetapan Atas Perppu Nomor 2 Tahun 2017, dengan tegas melarang nama instansi Pemerintah digunakan sebagai nama perkumpulan.

“Jadi dalam sistim AHU online di Kemenkum HAM kalau ada yang memohon nama perkumpulan pakai nama Presiden, pasti sistim online AHU Kemenkum HAM menolaknya. Sistim daring AHU pasti menolaknya,” ujar Yasonna.

Baca Juga:  Jokowi Ngotot Izin Usaha Kudu Hitungan Jam

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer