Connect with us

Bisnis

Kemendag Serahkan ke Bulog Soal Skema dan Mekanisme Impor Beras Tahap II

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan menyerahkan mekanisme, waktu dan jumlah impor beras tahap II di tahun 2018 kepada Perum Bulog.

Pasalnya, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso masih menunggu data yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), sebagai acuan untuk melakukan kegiatan impor beras.

Nurwan mengatakan, hasil dalam rapat di Kantor Wakil Presiden sebelumnya menyatakan impor akan dilakukan jika stok beras pemerintah di Bulog berada di bawah 1 juta ton.

Kemudian pada dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian diputuskan untuk membuka keran impor, karena posisi stok saat itu hanya sebesar 700 ribu ton.

“Hasil pertemuan di rapat sebelumnya di Wapres, kajian impor beras itu manakala di bawah 1 juta ton. Sebetulnya (stok beras) yang aman itu 1,5 juta ton.‎ Pada saat diputuskan (impor) posisinya di bawah 1 juta ton, yaitu 700 ribu ton,” ujar dia di Jakarta, Selasa, (29/05/2018).

Stok Bulog Masih 1,2 Juta Ton

Namun saat ini kata Nurwan, stok beras di gudang-gudang Bulog masih berada di kisaran 1,2 juta ton. Angka tersebut setelah Bulog mendatangkan beras impor dan menyerap beras petani yang masing-masing sebesar 600 ribu ton.

‎”Bulog kan resourcing-nya tidak hanya dari impor, tapi dari dalam juga. Sekarang yang dari dalam dia berhasil mengumpulkan kurang lebih 600 ribu ton. Dari impor yang direalisasikan kurang lebih sudah 600 ribu ton. Itu sudah 1,2 juta ton. Bayangkan kalau tidak impor, kan hanya 600 ribu ton (serapan dari dalam negeri). Sedangkan konsumsi indonesia per bulan 2,5 juta ton,” kata dia.

Lantaran stok beras Bulog telah berada di atas 1 juta ton, kata Nurwan, maka tidak menjadi masalah jika Bulog menunda sementara impor beras. Namun, jika posisi stok kembali berada di bawah 1 juta ton, maka Bulog harus kembali melakukan impor untuk menjaga ketersediaan beras di dalam negeri.

Baca Juga:  KPPU Minta Bulog Tahan Penyerapan Beras

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer