Connect with us

Bisnis

Kembangkan Ekonomi Umat Hindu Bali, Sejumlah Pengusaha Sepakat Bentuk Invesment Holding

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Sejumlah pengusaha Bali melakukan dialog informal dalam rangka merumuskan upaya pengembangan ekonomi masyarakat di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta, Sabtu (07/09/2019) malam (Doc. JARRAK)

DENPASAR – JARRAK.ID – Sejumlah pengusaha Bali melakukan dialog informal dalam rangka merumuskan upaya pengembangan ekonomi masyarakat Bali, baik dalam aspek riil, sektor keuangan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta, Sabtu (07/09/2019) malam, hadir sejumlah pengusaha, tokoh Bali, akademisi, senior konsultan dan trainer, konsultan bisnis dan entrepreneur dan kalangan pengusaha retail serta pebisnis lainnya.

Ketut Mardjana (Kanan), pengusaha Bali sekaligus mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Doc. JARRAK)

Mereka adalah I Gede Wirata, Ketut Mardjana, I Gde Made Sadguna, I Gede Bagia Arta, Ida Bagus Kade Perdana, Surya, tokoh besar masyarkat Bali, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, dan pengusaha muda sukses lainnya seperti Nengah Natyanta.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Untuk mewujudkan agar gagasan tersebut bisa dilaksanakan, mereka sepakat membentuk invesment holding di bawah PT Dewata Janardhana Kerthi.

Optimalkan Potensi Ekonomi Bali

Ketut Mardjana mengatakan bahwa ke depan melalui PT Dewata Janardhana Kerthi ia berharap bisa menggali potensi ekonomi yang belum digarap demi peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Bali.

“Tentu salah satunya kita akan fokus untuk membuka usaha ekonomi baru yang selama ini belum banyak digarap pengusaha lainnya. Tentu kita juga akan bekerja sama dengan pemerintah yang bertanggung jawab dalam merumuskan regulasi untuk mewujudkan keinginan baik ini,” kata Mardjana di sela-sela pertemuan tersebut.

Selain itu kata dia, untuk mengangkat derajat ekonomi masyarkat Hindu Bali, disepakati ada tiga hal awal yang ingin dibentuk.

Pertama, yayasan yang bergerak dalam aspek sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Kedua, mendirikan koperasi guna membangun ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan, dan ketiga adalah PT, yang permodalannya dibagi dalam bentuk saham.

“Sehingga nanti umat Hindu Bali bisa menjadi fasilitator dan katalisator pembangunan ekonomi Bali.”

Penggerak Ekonomi Bali

Mardjana menegaskan, dalam jangka panjang maka seluruh aspek kegiatan ekonomi di Bali bisa ikut dikelola dan dijalankan oleh masyarakat Bali.

Untuk itu pihaknya akan meningkatkan kualitas SDM umat Hindu Bali agar mereka juga memiliki kecakapan dalam dunia ekonomi dan industri.

“Semua yang berhubungan dengan peningkatan ekonomi sudah selesai kita rumuskan. Maka kita juga akan mengembangkan SDM umat Hindu Bali agar mereka memiliki kompetensi dan kapasitas keilmuan yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan ekonomi ke depan.”

“Ini sangat penting agar umat Hindu bisa melaksanakan kedaulatan ekonomi Bali,” tandas mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia tersebut.

Advertisement

Populer