Connect with us

Daerah

Keluarga Korban Klaim Kantongi Bukti Dalang Pembunuhan Sadis di Desa Lombang Sumenep

HOLIDI

Published

on

Kuasa hukum keluarga korban pembunuhan sadis di Desa Lombang, Sumenep, Syafrawi (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Keluarga Pusahwi, korban pembunuhan sadis di Desa Lombang, Batang-Batang, Sumenep yang terjadi pada Rabu, (11/04/2018) mengirimkan surat permohonan agar polisi mengembangkan penyelidikan dan penyidikan baru dalam perkara tersebut.

Namun sejauh ini, belum ada perkembangan signifikan dalam permohonan penyelidikan dan penyidikan baru yang dikirimkan keluarga korban.

Sebelumnya, Polres Sumenep menetapkan Marsuki warga Desa Lombang, Batang-Batang, Sumenep sebagai tersangka pembunuhan. Bahkan Marsuki sudah dijatuhi pidana penjara 15 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumenep karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan kepada Punahwi.

Bahkan berdasarkan pengakuan Marsuki sebagaimana rekaman yang beredar di kalangan awak media, ia mengaku jika dirinya hanya sebagai pelaksana pembunuhan.

Ia menegaskan, dirinya hanya diperintah pria berinisial AM, yang pada saat kejadian menjabat sebagai kepala desa aktif Desa Lombang.

Bahkan Marsuki mengaku ikut dalam musyawarah tentang rencana pembunuhan kepada Punahwi. Sehingga ia meyakini, bahwa AM merupakan dalang pembunuhan.

Marsuki mengatakan jika AM yang dianggap sebagai aktor pembunuhan berjanji akan membebaskan dirinya dari dalam penjara. Sekalipun sampai saat ini, Marsuki masih menjalani hukuman atas perbuatan yang dilakukannya.

Siap Bantu Polisi

Sementara itu kuasa hukum keluarga korban, Syafrawi mengatakan jika pihaknya sudah dua kali mendatangi Polres Sumenep, untuk menyampaikan surat permohonan pengembangan penyidikan disertai bukti rekaman pengakuan Marsuki.

“Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang berarti dalam penyidikan yang dilakukan polisi, sebagaimana surat permohonan yang kami kirimkan,” kata Syafrawi kepada Jarrak.id, Kamis, (04/07/2019).

Syafrawi mengklaim bahwa pihaknya siap membantu penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.

“Kita siap membuka dan membuktikan soal keterlibatan AM yang dalam keyakinan kami merupakan aktor intelektual yang merencanakan pembunuhan,” tegas Ketua Peradi Madura Raya tersebut.

“Pihak keluarga korban juga begitu berharap agar kasus pembunuhan ini ditindaklanjuti dengan terang benderang, termasuk soal dalang pembunuhan,” tandas Syafrawi.

Advertisement

Populer