Connect with us

Daerah

Kejari Lamsel Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi APBD Lamsel 2018 Untuk Festival Kalianda 1,3 Miliyar, Aktual Adat Budaya 355 Juta, Dan Kegiatan Perekat Adat Budaya Lamsel 375 Juta

JARRAK.ID

Published

on

Foto : Press Rillis Kejari di ruangan Kerja Kepala kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

Lampung Selatan, JARRAK.ID—Kejaksaan Negeri Lampung Selatan rupanya tidak main main dengan adanya dugaan tindak pidana Korupsi yang ada di Kabupaten serambi Sumatra ini.

Hal itu dibuktikan dengan digeledahnya Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Setempat beberapa waktu lalu.

Penggeledahan itu untuk mencari alat bukti, yang dilakukan oleh tim dan di pimpin Langsung oleh Kajari Lamsel Hutamrin. SH.

Kasus korupsi yang sedang ditangani Kejari Lamsel itu akan ditingkatkan ke tahap Penyidikan.

Hal ini ditegaskan Kepala Kejari Lamsel, Hutamrin, SH saat Pres rilis dengan didampingi Kasi Pidsus Eko Setia Negara, SH bersama tim penyidik diruang kerjanya. Rabu siang (4/12).

Dalam penjelasannya dikatakan, berdasarkan fakta-fakta yang didapat tim penyidik mulai dari proses penyelidikan dan hasil ekpose internal dari penyidik, maka pejabat struktural Kejari Lamsel telah memastikan untuk kasus korupsi ini akan dinaikan ketingkat penyidikan.

“Sesuai hasil ekposes dua alat bukti yang cukup untuk peningkatan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan, yakni sejak tanggal 11 Nobember 2019, Sedangkan untuk kerugian negara sedang dalam proses perhitungan di BPK,” jelasnya.

Secara rinci, terkait kasus yang sedang ditangani tersebut, tim kejaksaan menjelaskan bahwa tahapan penyelidikan terhadap kegiatan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Lamsel, sudah dilakukan sejak tanggal 2 oktober 2019 lalu.

“Penyelidikan diawali dengan melakukan Puldata dan pulbaket,” tambahnya, sambil menyebutkan penyelidikan yang dilakukan tim kejaksaan itu, terkait dugaan pertanggungjawaban tidak sesuai dengan kegiatan yang dianggap tindak pidana korupsi (tipikor). Yakni, penyelidikan kegiatan tahun 2018 mengenai kegiatan Festival Kalianda Rp 1,3 Miliar, Kegiatan kelestarian dan aktual adat budaya Lamsel Rp355 juta, kegiatan perekat adat budaya Lampung Selatan Rp 375 juta.

Kemudian, lanjutnya, penyelidikan dalam perkara tersebut, pihaknnya telah lakukan pemeriksaan kepada sejumkah saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

“Sedikitnya ada sekitar 10 lebih saksi yang dimintai keterangannya. Dari ke 10 saksi tersebut, ada dari ASN, pihak ketiga dan unsur masyarakat. Insya Allah, penyidikan kasus ini berjalan cepat dan berdasarkan aturan yang ada,” imbuhnya seraya menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama tim penyidik pidana khusus (Pidsus) di Disparbud Lamsel tersebut, ditindaklanjuti dengan lakukan penggeledahan sejumlah ruangan. “Jadi, kegiatan kemarin di Disparbud Lamsel itu bukan OTT tapi penggeledahan,” tutupnyaKejaksaan Negeri Lampung Selatan rupanya tidak main main dengan adanya dugaan tindak pidana Korupsi yang ada di Kabupaten serambi Sumatra ini.

Hal itu dibuktikan dengan digeledahnya Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Setempat beberapa waktu lalu.

Penggeledahan itu untuk mencari alat bukti, yang dilakukan oleh tim dan di pimpin Langsung oleh Kajari Lamsel Hutamrin. SH.

Kasus korupsi yang sedang ditangani Kejari Lamsel itu akan ditingkatkan ke tahap Penyidikan.

Hal ini ditegaskan Kepala Kejari Lamsel, Hutamrin, SH saat Pres rilis dengan didampingi Kasi Pidsus Eko Setia Negara, SH bersama tim penyidik diruang kerjanya. Rabu siang (4/12).

Dalam penjelasannya dikatakan, berdasarkan fakta-fakta yang didapat tim penyidik mulai dari proses penyelidikan dan hasil ekpose internal dari penyidik, maka pejabat struktural Kejari Lamsel telah memastikan untuk kasus korupsi ini akan dinaikan ketingkat penyidikan.

“Sesuai hasil ekposes dua alat bukti yang cukup untuk peningkatan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan, yakni sejak tanggal 11 Nobember 2019, Sedangkan untuk kerugian negara sedang dalam proses perhitungan di BPK,” jelasnya.

Secara rinci, terkait kasus yang sedang ditangani tersebut, tim kejaksaan menjelaskan bahwa tahapan penyelidikan terhadap kegiatan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Lamsel, sudah dilakukan sejak tanggal 2 oktober 2019 lalu.

“Penyelidikan diawali dengan melakukan Puldata dan pulbaket,” tambahnya, sambil menyebutkan penyelidikan yang dilakukan tim kejaksaan itu, terkait dugaan pertanggungjawaban tidak sesuai dengan kegiatan yang dianggap tindak pidana korupsi (tipikor). Yakni, penyelidikan kegiatan tahun 2018 mengenai kegiatan Festival Kalianda Rp 1,3 Miliar, Kegiatan kelestarian dan aktual adat budaya Lamsel Rp355 juta, kegiatan perekat adat budaya Lampung Selatan Rp 375 juta.

Kemudian, lanjutnya, penyelidikan dalam perkara tersebut, pihaknnya telah lakukan pemeriksaan kepada sejumkah saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

“Sedikitnya ada sekitar 10 lebih saksi yang dimintai keterangannya. Dari ke 10 saksi tersebut, ada dari ASN, pihak ketiga dan unsur masyarakat. Insya Allah, penyidikan kasus ini berjalan cepat dan berdasarkan aturan yang ada,” imbuhnya seraya menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama tim penyidik pidana khusus (Pidsus) di Disparbud Lamsel tersebut, ditindaklanjuti dengan lakukan penggeledahan sejumlah ruangan. “Jadi, kegiatan kemarin di Disparbud Lamsel itu penggeledahan,” tutupnya. (JRK)

EDITOR : Seno Aji

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer