Connect with us

Bisnis

Kejar Target, Bank Mandiri Sasar Debitur Milenial

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA-JARRAK.ID-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. kabarnya akan mengejar target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga mencapai Rp46,65 triliun pada tahun 2018. Adapun yang menjadi target debitur adalah dari kalangan milenial yang baru mulai bekerja.

Senior Vice President (SVP) Consumer Loans Bank Mandiri, Harry Gale mengatakan, setidaknya perbankan pelat merah itu menargetkan penyaluran KPR bisa naik sekitar 15 persen dari realisasi tahun lalu. Dengan begitu, generasi milenial dapat menjadi sasaran yang empuk.

Masalahnya, masih banyak yang belum menikmati fasilitas KPR, sehingga menjadi peluang emas bagi bank untuk memasarkan fasilitasnya.

“Milenial ini kan suka lifestyle (gaya hidup). Jadi, supaya  lifestyle tetap, dan rumah bisa dibeli. Karena harga rumah lebih cepat naik dari pandapatan, maka bisa dengan penawaran,” ungkap Herry di kantornya, Kamis (22/2/2018).

Agar dapat menggaet debitur dari kalangan milenial, Bank Mandiri akan menawarkan suku bunga sebesar 5,5 persen dengan berlaku tetap selama dua tahun dan 6,55 persen dan berlaku tetang selam tiga tahun.

Akan tetapi bagi debitur yang dapat membeli rumah di pengembang dan bekerjasama dengan Bank Mandiri, suku bunga yang akan ditawarkan hanya berkisar 3,55 persen dengan berlaku tetap dua tahun, dan 6,55 persen berlaku tetap selama tiga tahun selanjunya. Namun, tenor yang akan ditawarkan mulai dari 8-20 tahun.

Selain itu, pengajuan persetujuan KPR dapat dipastikan akan lebih cepat, yaitu bisa dengan satu hari khusus untuk nasabah Bank Mandiri dan nasabah yang membeli properti di developer yang rekanan.

“Syaratnya, minimal penghasilan (calon debitur) sebesar Rp 2 juta perbulan untuk yang (membeli rumah) di luar Jakarta, dan di Jakarta sendiri harus berpenghasilan Rp2,5 juta per bulan. Usianya mulai dari 21 tahun,” jelasnya.

Baca Juga:  Fadli Zon Tuding Presiden Jokowi Gagal Urus Sektor Pertanian

Meskipun begitu, fasilitas KPR ini dapat digunakan untuk pembelian rumah bersegmen komersial, yaitu dengan harga mulai dari Rp150 juta ke atas. Dalam artian, fasilitas KPR ini dak bisa digunakan untuk program rumah dengan skema subsidi FLPP yang bernilai sekitar Rp138 juta.

“FLPP tidak masuk, jadi hanya komersial tipe. Sekarang ini harga rumah Rp200 juta yang mendominasi penjualan dari pengembang, jadi rata-rata di bawah Rp500 juta. Namun lain lagi backbone dengan pengembang sampai Rp1 miliar,” tuturnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer