Connect with us

Berita

Kegiatan Di Ponpes, Harus Kedepankan Protokol Kesehatan

JARRAK.ID

Published

on

Pacitan,www.jarak.id- Tatanan kenormalan baru, menjadi atensi serius bagi penyelenggara pendidikan di semua pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pacitan. Karena itulah, mereka tidak akan tergesa-gesa dalam memulai kegiatan belajar mengajar, ditengah pandemi global coronavirus disease (covid-19).

Juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, semua pengasuh pondok pesantren di Pacitan, sepakat untuk tetap menerapkan porotokoler kesehatan ketika kegiatan di pondok dilaksanakan. Seperti kewajiban memakai masker, jaga jarak fisik (physical distancing) serta kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum menyentuh mulut, hidung maupun mata.

Kesepakatan itu mereka sampaikan saat mengikuti rapat kordinasi dengan gugus tugas di halaman wingking, rumah jabatan Bupati Pacitan, Senin (29/6) malam. “Atas arahan gugus tugas dan fatwa dari para kyai sepuh, mereka sepakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, ketika memulai kegiatan belajar mengajar di pondok,” ujar Rachmad, sesaat setelah mengikuti rakor.

Namun soal waktu pelaksanaan, masih akan dikaji lebih lanjut. Mereka sangat berhati-hati dalam memutuskan hari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Sebab persoalan tersebut sangat berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan para santri.

Selain itu, para pengasuh pondok pesantren meminta agar gugus tugas menerbitkan surat edaran (SE) kepada semua pondok pesantren serta membuat standar operasional prosedur (SOP), sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren. “Gugus tugas akan membuat surat edaran dan SOP, sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan di pondok,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Rachmad juga menyampaikan kalau kegiatan di pondok pesantren akan dilaksanakan secara bertahap. Utamanya para santri yang berasal dari zona merah, diharapkan untuk lebih bersabar. Sebab dimungkinkan kedatangan santri ke pondok akan diatur secara bergilir. “Diutamakan mereka yang berasal dari zona hijau. Bagi santri yang berasal dari zona merah, harus menunggu antrian lebih lanjut,” tegasnya. (yun).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer