Connect with us

Politik

Kecolongan Calegnya Banyak Mantan Koruptor, Berkarya: Kita Siap Ganti

JARRAK.ID

Published

on

Tommy Soeharto (tengah) didampingi para elit Partai Berkarya di acara pembukaan Diklat Calon Legislatif (Caleg) Partai Berkarya (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Bawaslu baru saja merilis 199 nama bacaleg partai politik yang terindikasi sebagai mantan koruptor untuk Pileg DPRD 2019. Partai Berkarya berada di urutan ke-4 setelah Gerindra, Golkar, dan NasDem. Berkarya lantas mengaku kecolongan.

“Jujur kami kecolongan. Jauh hari sudah ada di AD/ART Partai Berkarya salah satu tujuan partai adalah memberantas korupsi,” kata Ketua DPP Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, Jumat (27/7/2018) dilansir detikcom.

Menurut Andi, Berkarya tegas mengharamkan bacaleg yang terindikasi sebagai mantan koruptor. Hal tersebut tertuang dalam peraturan organisasi soal pencalegan internal. Meski demikian, Andi memastikan, Berkarya siap memenuhi aturan KPU.

“Kami pasti ikuti aturan KPU. Bila dicoret/ditolak otomatis TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” kata dia.

Tak hanya itu, menurut Andi, Berkarya juga siap mengganti 16 calegnya yang merupakan eks napi korupsi itu. Data ini merupakan bacaleg untuk tingkat provinsi, kota/kabupaten.

“Ya kita siapkan pengganti dan yang bersangkutan bila dia pengurus dan anggota diminta untuk bantu partai di kepengurusan dan pemenangan,” pungkas dia.

Berikut jumlah bacaleg eks napi korupsi dari partai peserta pemilu:

– Gerindra: 27
– Golkar: 25
– NasDem: 17
– Berkarya: 16
– Hanura: 15
– PDIP: 13
– Demokrat: 12
– Perindo: 12
– PAN: 12
– PBB: 11
– PKB: 8
– PPP: 7
– PKPI: 7
– Garuda: 6
– PKS: 5
– Partai Sira: 1
– PSI: 0
– Partai Aceh: 0
– Partai Daerah Aceh: 0
– Partai Nanggroe Aceh: 0

Tidak dijelaskan partainya: 5
Total: 199

Baca Juga:  BREAKING NEWS! Jadi Tersangka KPK, Idrus Marham Mundur dari Kursi Mensos

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer